BNI Ekspansi Kredit ke Sektor Maritim Rp 2 Triliun

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menargetkan kredit baru ke sektor maritim sebesar Rp 1,6 triliun pada tahun ini. Porsi untuk koperasi perikanan sebesar Rp 58 miliar, industri balok es dan cold storage (Rp 100 miliar), kapal penangkap ikan (Rp 100 miliar), pengolahan ikan di sentra perikanan nasional skala mikro, kecil, dan menengah (Rp 400 miliar), serta infrastruktur dan perhubungan laut (Rp 1 triliun).

“Tahun ini, kami membidik kredit sekitar Rp 1,6-2 triliun untuk UMKM di sektor maritim. Potensinya masih sangat besar,” kata Direktur Utama BNI Achmad Baiquni di sela-sela penandatanganan perjanjian kerjasama antara BNI dengan Perusahaan Umum Jamkrindo untuk kredit modal kerja kepada Koperasi Perikanan Mina Rizki Abadi (KOMIRA) di Jakarta, Kamis (15/4).

Direktur Utama BNI, Achmad Baiquni (kiri) menyaksikan penandatanganan kerjasama penjaminan kredit dengan Perum Jamkrindo di Jakarta, Kamis (15/4). Direktur Utama BNI, Achmad Baiquni (kiri) menyaksikan penandatanganan kerjasama penjaminan kredit dengan Perum Jamkrindo di Jakarta, Kamis (15/4).

Ini adalah salah satu bentuk komitmen BNI untuk memberdayakan sektor kemaritiman. KOMIRA adalah debitur BNI yang bergerak di bidang penangkapan dan perdagangan ikan laut yang dirintis sejak tahun 2003. Ada delapan titik lokasi penangkapan dan pengepulan ikan yaitu di Kendari, Banggai, Manado, Natuna, Pelabuhan Ratu, Ambon, Makassar, dan Surabaya. Saat ini, lebih dari 1.000 orang nelayan tangkap dan pemindang ikan yang tersebar di 8 lokasi tersebut, serta di Jawa dan Bali telah menjadi binaan KOMIRA.

Dukungan kredit BNI terhadap KOMIRA mendapat sambutan positif dari Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum) Jamkrindo yang turut memberikan penjaminan asuransi atas kredit tersebut. Baiquni menambahkan kerjasama ini bertujuan untuk memperluas penyaluran kredit BNI kepada usaha mikro, kecil, dan menangah di sektor kemaritiman, khususnya kredit pada sektor kemaritiman yang dinilai memiliki potensi yang sangat besar.

“BNI ingin memberdayakan UMKM lewat kredit kepada usaha-usaha yang feasible namun belum bankable (tersentuh perbankan). Misalnya, dilihat dari tidak adanya jaminan yang dimiliki debitur. Dengan adanya penjaminan dari Jamkrino, usahanya menjadi bankable,” katanya.

Tak hanya sektor maritim, bank yang berdiri tahun 1946 itu juga akan meningkatkan penyaluran kredit UMKM di sektor lain seperti perdagangan, pertanian, industri pengolahan, dan lainnya. Khusus untuk sektor maritim, kredit yang disalurkan mencapai Rp8 triliun hingga akhir tahun 2014. Kredit ini sebagian besar disalurkan untuk mitar BNI yang sudah mengembangkan bisnis yang feasible dan bankable.

Untuk membiayai mitra binaan yang belum bankable, perseroan juga mengembangkan dan memperluas Kampoeng BNI di berbagai kawasan Minapolitan. Kampoeng BNI khusus maritim tersebar di Lamongan, Muara Angke-Jakarta, nelayan Ikan Nila di Ponorogo, Nelayan Dhufa-dhufa di Ternate, Mitra binaan BNI di wilayah tersebut mendapatkan dukungan berupa peningkatan kapasitas dan kredit kemitraan. Dukungan tersebut dikelola secara khusus oleh Unit Corporate Community Responsibility (CCR) BNI.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)