Boga Group Gandeng Citi Garap Pasar Middle Up

BOGA 2

Bertempat di Paradise Dynasty Plaza Senayan (8/4) Boga Group menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Citi Indonesia. Kerja sama dengan periode Maret 2015-Maret 2016 ini merupakan kemitraan pemasaran strategis antara Boga Group dan Citi Indonesia.

“Penandatangan MoU ini merupakan awal dari jalinan kerja sama yang berkesinambungan dan berkelanjutan. Kami sangat senang dapat menjadikan Citi sebagai mitra kunci utama dalam melayani kebutuhan para pelanggan dan penikmat kuliner di Indonesia,” kata Kusnadi Rahardja, CEO Boga Group.

Ketika ditanya mengapa memilih Citi, Kusnadi menjawab bahwa Boga Group dan Citi sama-sama memiliki segmen konsumen yang sama, yaitu kelas menengah ke atas. Selain itu, Citi memiliki data mining yang baik dan detail mengenai konsumen yang dapat dipelajari. “Kami mempunyai Big Data yang baik. Contohnya kami dapat menganalisa kelompok mana yang sering berbelanja di Boga Group, respon konsumen jika kita mengeluarkan promo-promo tertentu,” kata Ida Apulia Simatupang, Director and Deputy Cards and Loans Business Head Citi Indonesia.

Tahun ini Citi berfokus kepada everyday spent seperti dining dan shopping. “Pengeluaran everday spent untuk food dan shopping dengan kartu kredit mempunyai porsi 50%. Oleh karena itu tahun ini kami akan berfokus kepada kategori ini,” ujar Ida.

Bentuk kerja sama antara Boga Group dan Citi dimulai dengan memberikan diskon 20% hingga akhir Apriil 2015 untuk pengguna kartu kredit dan debit Citi yang dapat dinikmati di seluruh outlet Boga Group seperti Pepper Lunch, Paradise Dynasty, Bakerzin, Paradise Inn, Canton Paradise, dan Master Wok. Di bulan Mei hingga Desember 2015, Boga Group dan Citi akan mengadakan program Fri-Yay setiap hari Jumat dimana pengguna kartu kredit dan debit Citi dapat menikmati menu kesukannya secara gratis. Ida menargetkan transaksi kartu kredit di seluruh outlet Boga Group dapat meningkat lebih dari 50% di 2015.

Boga Group didirikan pada Juli 2002, dengan gerai pertamanya Bakerzin, yang diluncurkan pada bulan November 2002. Disusul oleh gerai Pepper Lunch diluncurkan pada bulan Agustus 2006, Paradise Dynasty pada Juni 2011, Paradise Inn pada Juni 2012, dan Canton Paradise pada November 2013. Saat ini, terdapat 70 outlet yang tersebar di Jakarta, Medan, Palembang, Bandung, Jogja, Surabaya, Bali, dan Makasar dengan total pegawai sebanyak 2.000. Tahun ini direncanakan akan membuka outlet lagi di Pekanbaru, Balikpapan, dan Manado. Biaya investasi untuk membuka satu outlet sangat bervariasi, misalnya untuk pembukaan gerai Pepper Lunch di Food Court, membutuhkan investasi sekitar Rp 2 miliar.

Pada tahun 2009, seluruh outlet Pepper Lunch di Indonesia berhasil memperoleh sertifikasi HACPP (Hazard Analysis and Critical Control Points) atau Analisis Bahaya dan Pengendalian Titik Kriti. Tahun 2011 seluruh outlet Bakerzin mendapatkan sertifikasi HACPP ini. Sayangnya, gerai-gerai Boga Group ini belum mendapatkan sertifikasi Halal dari MUI. Namun, Kusnadi memastikan bahwa terdapat 2 dapur yang terpisah jika salah satu restaurant terdapat menu pork. “Kami mempunyai 2 dapur yang terpisah. Contohnya Paradise Dynasty ini ada menu porknya, kita buat 2 dapur yang terpisah. Saat ini kami sedang mempelajari tentang Halal. Tapi memang prosesnya tidak mudah,” tambah Kusnadi.

Mengenai tantangan dunia kuliner ke depan, Kusnadi mengatakan harus bisa jeli mengerti tren-tren kuliner yang konsumen inginkan dan menjaga kualitas. “Boga Group berkomitmen untuk menjadi front liner. Kami sering bepergian keluar negeri untuk meneliti tren mana yang kira-kira dicari oleh penikmat kuliner di Indonesia. Kami juga selalu menjaga kualitas makanan kami dan kami selalu memperhatikan hal-hal kecil seperti packaging produk,” ujar Kusnadi. Kusnadi menambahkan bahwa tahun ini omset Boga Group dapat naik 8%. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)