BSDE Tambah Landbank Menyongsong Kebangkitan Properti 2016

PT Bumi Serpong Damai Tbk., (BSDE) melihat sejumlah indikator ekonomi dan bisnis di tahun lalu akan menopang industri properti di tahun 2016. Itu di antaranya pengumuman pemerintah mengenai paket kebijakan ekonomi. Paket ekonomi ini diharapkan membantu dunia usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan yang akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan masyarakat. Hal ini akan berimbas ke kebutuhan masyarakat terhadap properti. Kemudian inisiatif pembangunan infrastruktur akan menyasar di luar Pulau Jawa, Bank Indonesia melonggarkan kebijakan loan to value/LTV yang memberikan sinyal positif untun industri properti.

Indonesia Property Watch (IPW) memprediksi pembangunan infrastruktur dan kebijakan suku bunga akan menggairahkan industri properti di tahun ini. Pertumbuhan properti akan dirasakan pada semeseter II tahun ini, Program pembangunan sejuta rumah dan proyek-proyek infrastruktur yang dimulai di tahun lalu akan menjadi elemen penting bagi pertumbuhan industri properti. IPW memproyeksikan harga properti naik 10%-15%

BSDE hingga kuartal III/2015 menambah cadangan lahannya (land bank) seluas 42 hektar. Penambahan lahan tersebt menjadikan jumlah total cadangan lahannya menjadi 4.717 hektar. Lokasinya tersebar di beberapa daerah. Nilai akuisisi lahan itu mencapai Rp 2,07 triliun yang dibiayai melalui perolehan kas dari operasional perseroan senilai Rp 2,42 triliun.b"Cadangan landbank dan ketersediaan kas adalah hal sangat krusial bagi pengembang, karena hal itulah yang akan menjamin pertumbuhan berkelanjutan perseroan, dan pada akhirnya memberi nilai tambah bagi pemegang saham," kata Hermawan Wijaya, Direktur Bumi Serpong Damai

Penambahan terbesar cadangan lahan itu terutama dilakukan untuk proyek terbesar BSDE, yaitu BSD City seluas 37 hektar. Aksi penambahan cadangan lahan itu bisa menjadi dasar pertumbuhan perseroan ke depannya. Hingga saat ini, BSDE memiliki cadangan lahan di sejumlah lokasi strategis seperti di CBD Kuningan, Grand Wisata di Bekasi, Grand City di Balikpapan, serta Kota Wisata di Cibubur. Tahun ini BSDE telah meluncurkan beberapa produk terbarunya, baik di sektor residensial maupun komersial.

Bumi Serpong Damai menambah land bank 32 hektar per September 2015. (Foto : istimewa) Bumi Serpong Damai menambah land bank 32 hektar per September 2015. (Foto : istimewa)

Perseroan di tahun lalu telah meluncurkan beberapa proyek residensial dan komersial, diantaranya AEON Mall BSD City, Indonesia Convention Exibition (ICE), Courts Megastore, Vanya Park, Regent Town, dan Casa de Parco Apartement. "Kami juga bekerjasama dengan beberapa investor strategis untuk meningkatkan value creation kami, misalnya dengan AEON Mall BSD yang bermitra dengan AEON Mall Jepang, Nava Park dengan Hongkongland, serta ICE yang kami andalkan sebagai kawasan pameran terbesar di Indonesia bersama Dyandra," tambah Hermawan.

Dia menjelaskan sektor residensial masih prospektif untuk terus dikembangkan. Di satu sisi, produk residensial merupakan kebutuhan utama konsumen, sementara di sisi lain juga bisa menjadi sarana investasi yang menguntungkan di masa mendatang. "Terlebih indikator ekonomi seperti nilai tukar terus menunjukan grafik pertumbuhan yang positif," ujarnya. Perseroan, sambung Hermawan, menunggu momen yang tepat untuk meluncurkan proyek-proyek terbaru, semisal kawasan mixed us The Element Condominium di Rasuna yang nilainya mencapai Rp 2 triliun dan Grand Wisata Festive Garden. “Kami memperkirakan efek dari beberapa paket kebijakan pemerintah yang akan kembali menggairahkan pasar properti akan dirasakan pada kuartal I atau II tahun ini," ungkapnya.

Adapun aset BSDE per 30 September 2015 lalu melonjak 26,30 persen menjadi Rp35,62 triliun. Angka itu meningkat dibandingkan dengan posisi aset pada akhir tahun lalu yang tercatat Rp28,21 triliun. Hingga sembilan bulan di tahun lalu, BSDE berhasil meraih pendapatan Rp 4,6 triliun, meningkat 18% dibandingkan dengan raihan pada periode sama tahun sebelumnya senilai Rp 3,9 triliun. Lonjakan ini ditopang oleh pertumbuhan penjualan tanah dan bangunan sebesar Rp 3,8 triliun bertumbuh 19% atau setara  82% dari total pendapatan. Harga saham BSDE pada 30 Desember 2015 ditutup ke level Rp 1.800, turun tipis 0,27% dari Rp 1.805 di periode yang sama tahun sebelumnya. Indeks saham-saham sektor properti, real estate dan konstruksi sepanjang tahun lalu minus 6,47%. Itu beriringan dengan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan yang minus 12,13% ke 4,503 poin dari tahun sebelumnya. Akibatnya, mayoritas indeks saham-saham di sektor lainnya juga melorot.

Perseroan terus memperkuat portofolionya. Awal tahun 2011, perusahaan yang terafiliasi dengan kelompok usaha Sinar Mas Land ini telah merampungkan proses akuisisi perusahaan terafiliasi, yaitu PT Duta Pertiwi Tbk, PT Sinar Mas Teladan dan PT Sinar Mas Wisesa. Akuisisi ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja perseoran terutama portofolio pendapatan dan diversifikasi usahanya. Penguatan portofolio pendapatan BSDE dilakukan lagi di tahun 2013 dengan membentuk tiga perusahaan patungan dengan mitra dari Indonesia dan luar neger. Ketiga perusahaan itu adalah PT Bumi Parama Wisesa (BSDE dan Hongkong Land), PT Praba Selaras Pratama (BSDE dan AEON Mall Japan), dan PT Indonesia International Expo (BSDE dan Dyandra). (***)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)