Caedz Paparkan Master Plan Super Green Economy Indonesia

Caedz LLC dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengadakan pertemuan pembahasan Super Green Indonesia dalam Project Initiative Indonesia (PII). Proyek ini merupakan twinning program dengan California (US), Bavaria (Jerman), dan Kansai (Japan) dan dirancang oleh Caedz LLC plus para mitra investor sebagai respon atas visi perubahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk Indonesia.

PII berisi rencana yang dikembangkan SBY untuk meningkatkan kondisi sosial, ekonomi dan lingkungan Indonesia berdasarkan pilar Kemakmuran, Perdamaian, Keadilan, dan Demokrasi. Tahap pertama Super Green Indonesia PII ini adalah pembangungan koridor ekonomi Jawa Barat dengan beberapa proyeknya yaitu Hambalang Solar Energy Satellite dan Hambalang Eco-City, Sukabumi Wind Energy Satellite, Cimahi Waste-to-Energy Satellite, Kertajati Eco-Tourism & Exposition Park, serta Kertajati International Airport, Kertajati International Convention Center, dan Kertajati International Spot Stadium.

Prof. Dr. E. Sjahrial, Caedz Group Chairman mengatakan, pihaknya percaya melalui PII, Indonesia akan berada di baris terdepan dalam upaya penyelamatan dunia mengatasi isu global warming melalui pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan (Green Economic Development). Super Green Indonesia PII adalah program rekayasa ulang pembangunan ekonomi secara luas dan komprehensif selama 25 tahun dengan memperhitungkan ekonomi, lingkungan, warga, kebijakan, dan infrastruktur di Indonesia. Caedz dan para investor merasa sangat terhormat dapat membantu mempersembahkan energi yang bersih, ramah lingkungan dan terbarukan dari Indonesia bagi dunia.

Achmad Kurniadi, Deputi Bidang Kerja sama Investasi BKPM mengungkapkan, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menjalin kerja sama yang lebih baik dengan para investor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Hambatan dan tantangan regulasi diatasi dengan serius. Kebijakan yang komprehensif dan langkah-langkah perbaikan sedang berlangsung. Pada kesempatan ini, kami ingin menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada PT Caedz Indonesia yang telah mampu menciptakan momentum besar, berbagi pengalaman dan wawasan yang komprehensif bagi kinerja investasi Indonesia, demi memberikan kontribusi yang lebih besar dalam pengembangan koridor ekonomi Indonesia.

Zona pembangunan berkelanjutan, yaitu Koridor Ekonomi Jawa Barat yang mencakup wilayah Bandung dan sekitarnya (termasuk Cimahi), Sumedang, Majalengka, dan Cirebon telah disetujui oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat sejak tahun 2006. Koridor ini akan menampilkan sebuah transformasi sumber daya ekonomi yang rusak dan tercemar menjadi sumber daya ekonomi terbarukan berbasis 3Z (zero-emission, zero toxicity, and zero-waste). Koridor Ekonomi ini akan terdiri dari bandara international, zona teleport ekonomik, area industri ramah lingkungan, kereta cepat dengan sistem hydrogen, sistem tol zero emission, pelabuhan ramah lingkungan, biodiversity sanctuary parks, dan digital super “highways”.

Agus Gustiar, Ketua BKPPMD Jawa Barat mengatakan, Proyek Super Green Indonesia PII akan membawa perubahan besar dan manfaat yang luar biasa untuk Jawa Barat sejauh kegiatan ini inklusif dengan rencana kebijakan pemerintah di dalam MP3-EI. PII akan memberikan dampak apabila disesuaikan dengan kemampuan dasar (SDM, SDA, Sumber Dana) Jabar dan dapat memberikan nilai tambah terhadap potensi lokal, bagaimana kebijakan Gubernur yang tertuang dalam RPJMD 2008-2013, misalnya penggunaan Solar Power Plant akan menghasilkan energi yang bersih dan hemat biaya bagi kebutuhan rumah tangga, komersil, pemerintahan dan sekolah.

Penggunaan energi yang terbarukan seperti tenaga surya dan hidrogen ini sangat berguna bagi wilayah Jawa Barat karena sumber energi ini adalah sumber energi yang tidak akan habis dan berkelanjutan jika dikelola dengan baik. Penggunaan Kereta Maglev yang dioperasikan dengan bahan bakar hidrogen sebagai sarana transportasi berkecepatan tinggi akan mengurangi polusi dan waktu tempuh. Demikian juga penggunaan satelit yang sangat rentan terhadap perubahan cuaca dan faktor ekstrim lainnya, sehingga penggunaan fiber dan nirkabel akan menguntungkan lingkungan dimana orang memang ‘hidup dalam komputer’ baik di perumahan maupun industri bisnis.

Ir. H.M. Itoc Tochija, MM, Walikota Cimahi mengungkapkan, selama bertahun-tahun Cimahi kesulitan mengatasi masalah sampah di kota ini dikarenakan tidak adanya lahan yang tersedia dan belum adanya teknologi yang tepat sebagai solusinya.

Leave a Reply

1 thought on “Caedz Paparkan Master Plan Super Green Economy Indonesia”

Selamat pagi Dear All, Bagus sekali pemaparan padatnya. Masih banyak yg perlu didetailkan dengan cermat. Demikian pula penggunaan Technologie yg tepat pada saatnya ! Saya sangat2 sadar bahwa Team terdiri dari para Ahli,namun para Praktisi juga perlu diikut sertakan dalam kegiatan ini. Investor harus diundang dengan suatu WIN-WIN Solution,dan tidak menutup kemungkinan utk mereka mempelajari program yg diusulkan,kemudian mereka bersama team Anda MENYEMPURNAKANNYA ! Serta yg terpenting masukkan juga program Alih technologie nya,jangan hanya pandai mengadakan seperti selama ini Bangsa kita laksanakan. Semoga ada limpahan Rahmat dan Barokah yg Diridhoi ALLAH SWT untuk kegiatan ini. Amin Salaam
by Jeffrey.ZA.Baadilla, 03 Feb 2014, 07:47

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)