Catur Sentosa akan Buka Tiga Outlet Mitra 10

PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP), perusahaan yang bergerak di sektor bisnis distribusi bahan bangunan, kimia dan consumer goods menargetkan pertumbuhan pendapatan di tahun 2015 bisa mencapai 18% dibandingkan pendapatan di tahun lalu sebesar Rp 7.14 triliun. Perusahaan yang memiliki toko bahan bangunan Mitra10 ini berupaya menggenjot pertumbuhan pendapatannya dengan membuka tiga outlet Mitra 10 di sepanjang tahun ini.

Antonius Tan, Vice Presdir Catur Sentosa Adiprana, mengatakan, segmen ritel merupakan sumber pertumbuhan bagi perseroan dengan compound annual growth rate-nya (CAGR) mencapai 30%.”Untuk mendorong pertumbuhan, tahun ini kami merencanakan pembukaan tiga outlet Mitra10 baru,” jelas Antonius dalam keterangan tertulisnya.

Antonius Tan, Presdir PT Catur Sentosa Adiprana Tbk. (Foto : Dok CSAP). Antonius Tan, Presdir PT Catur Sentosa Adiprana Tbk. (Foto : Dok CSAP).

Pada Februrari 2015, perseroan telah merealisasikan pembukaan satu outlet Mitra 10 di Palembang, Sumatera Selatan. Outlet terbaru ini merupakan outlet ke-21 Mitra10. Sedangkan, pembukaan dua outlet Mitra 10 lainnya akan akan dibuka pada kuartal IV 2015 yang berlokasi di Lampung dan Pamulang, Tangerang, Banten. Setiap tahun, perseroan menambah 2-3 outlet baru.

Antonius menyampaikan bahwa perusahaannya menyiapkan belanja modal sebesar Rp 200 miliar untuk rencana ekspansi. Rincian penggunaanya untuk ekspansi Mitra 10 yang dianggarkan sebesar Rp 150 miliar dan peremajaan armada di segmen lainnya sebesar Rp 50 miliar. “Dana kami siapkan dari dana internal dan sisanya bersumber sumber pendanaan lainnya guna mendorong pertumbuhan perusahaan di tahun 2015,” papar Antonius.

Saat ini, jumlah outlet Mitra 10 sebanyak 21 outlet yang terdiri dari 17 super stores dengan luas lebih dari 1000 m2 dan 4 express stores yang luasnya kurang dari 1.000 m2. Sedangkan, jumlah gerai Atria sebanyak 10 showrooms yang berlokasi di tujuh outlet Mitra10, sekitar dua unit di pusat perbelanjaan, dan satu unit di Puri Indah, Jakarta. Hingga akhir tahun 2014, total area ritel perseroan telah mencapai 55.000 m2.Perusahaan yang dikenal dengan CSA Grup ini telah memiliki 48 cabang distribusi bahan bangunan di 39 kota yang diklaim perseroan sebagai yang terbesar di Indonesia.

Kemudian, Perusahaan yang merintis usahanya sebagai toko cat sejak tahun 1966 ini memiliki empat cabang distribusi bahan kimia dan 15 area distribusi consumer goods. Perseroan juga memiliki gudang seluas 158.000 m2, 600 unit kendaraan bermotor, memperkerjakan 7.000 karyawan, dan mendistribusikan sekitar 89.000 item produk. CSA Grup memiliki sejumlah segmen bisnis diantaranya distribusi bahan bangunan, kimia, dan consumer goods serta supermarket bahan bangunan bermerek Mitra10 dan ATRIA Furnishing.

Laba Naik

Idrus Widjajakusuma, Sekretaris Perusahaan CSAP, menambahkan segmen distribusi dan ritel berkontribusi positif terhadap pertumbuhan bisnis di tahun 2014. Pada 2014, CSAP membukukan lonjakan laba bersih sebesar 48%, menjadi Rp 105 miliar dari Rp 71 miliar di tahun 2013. Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 11% menjadi Rp 7,1 triliun dari Rp 6,4 triliun.

“Pendapatan segmen distribusi tahun 2014 tumbuh 8% menjadi Rp 5, 25 triliun sedangkan segmen ritel tumbuh meyakinkan sebesar 19% menjadi Rp 1,97 triliun,” kata Idrus. Segmen ritel memberikan kontribusi sebesar 27% terhadap total pendapatan.

Pada 2014, Pertumbuhan segmen ritel ditopang oleh penjualan Mitra10 yang membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 18% dan berkontribusi sebesar 25% atas pendapatan segmen ritel. Sedangkan ritel modern furniture Atria tumbuh meyakinkan sebanyak 45% dan berkontribusi sebesar 2% terhadap pendapatan segmen ritel.

Adapun, segmen distribusi menjadi kontributor utama terhadap konsolidasi dengan kontribusi sebesar 73% atau senilai Rp 5.25 triliun. Pertumbuhan segmen distribusi didorong oleh pertumbuhan pendapatan segmen distribusi consumer goods yang tumbuh 30% di sepanjang tahun lalu. Lini bisnis ini memberi kontribusi sebesar 12%.

Berikutnya, segmen distribusi bahan bangunan tumbuh 5% dengan kontribusi sebesar 57% dan segmen distribusi kimia tumbuh 4%. Sedangkan, kontribusinya distribusi kimia sebesar 4% terhadap pendapatan.

“Kinerja segmen distribusi consumer goods juga ditunjukan oleh penghargaan dari salah-satu principal utama kami yakni P&G sebagai P&G’s Best Distributor” tambah Idrus.

Solidnya pertumbuhan pendapatan membuat laba kotor perseroan mampu tumbuh sebesar 12% menjadi Rp 931 miliar dibandingkan pencapaian tahun 2013 yakni Rp 835 miliar. Laba sebelum pajak pada akhir tahun 2014 tercatat tumbuh 45% menjadi Rp 141 miliar dari Rp 97 miliar. Pada akhir 2014, saham CSAP ditutup pada level Rp 595 per saham dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 1.72 triliun dengan P/E sebesar 16,46 dan PBV 2.35 kali. (***)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)