D-Link Siap Buka Local Company di Indonesia

IMG_1839

Saat ini D-Link di Indonesia merupakan kantor representative D-Link International Pte Ltd yang berpusat di Singapura. Namun, dalam waktu dekat D-Link akan membuat local company sendiri menjadi PT D-Link Indonesia. Ditemui di acara peluncuran produk terbarunya, Husin Tau, Channel Sales Manager D-Link menceritakan kepada reporter SWA Online mengenai perkembangan D-Link di Indonesia.

Bagaimana perkembangan D-Link di Indonesia?

D-Link mulai masuk ke Indonesia sekitar 5-6 tahun yang lalu. Kantor pusat kami yang ada di Singapura dan Taiwan akan berinvestasi di Indonesia. Tadinya hanya ada 2-3 orang yang ada di head office Indonesia dan sampai akhir tahun kami akan tambah 15 orang lagi. Lalu kami akan membuat PT D-Link Indonesia. Kami ingin memberikan yang terbaik bagi konsumen di Indonesia.

Jadi secara perusahaan D-Link Indonesia belum ada?

Di Indonesia kami teregristasi sebagai D-Link International Pte Ltd yang basisnya ada di Singapura. Namun, dalam beberapa bulan ke depan kami akan membuat local company menjadi D-Link Indonesia. Saat ini kami sedang mengurus perizinannya.

Apa yang nanti akan membedakan ketika sudah menjadi local company sendiri?

Sebelumnya kami hanya menjadi kantor representative, semua kegiatannya berpusat di Singapura. Dengan menjadi local company, kami lebih fleksibel. Kami dapat memiliki gudang sendiri, dapat ekspor-impor sendiri, dan memiliki akun bank sendiri.

Berapa revenue yang diperoleh oleh D-Link untuk pasar Indonesia di tahun 2014?

Omset kami tahun lalu sekitar US$8-10 juta. Tahun ini kami menargetkan US$12 juta. Dan tahun depan kami mengusahakan angkanya double karena kami melihat market di sini besar.

Berapa jumlah produk yang terjual di tahun lalu?

Jumlah mungkin sekitar ratusan ribu. Rata-rata dalam per-kuartal kami dapat menjual 50 ribu item.

Jenis produk apa yang paling laris di pasar Indonesia?

Produk yang paling laris di Indonesia itu produk switching. Khususnya untuk 2 port dan 8 port. Produk switching memberikan kontribusi 20-30% dari sisi penjualan.

Produk apa yang kurang laku di pasar Indonesia?

Saat ini, khusunya Jakarta sedang beralih ke teknologi 4G. Jadi produk-produk 3G mulai beralih ke 4G. D-Link sendiri sudah memiliki  teknologi 4G.

Apa yang menjadi kelebihan D-Link dibandingkan dengan produk kompetitor?

D-Link merupakan pionir di teknologi networking. Produk-produknya sudah teruji, bahkan produk yang defect di bawah 1%. Selain itu kami ada research development di Taiwan yang bertugas untuk menyeleksi secara ketat produk-produk yang akan dikeluarkan. Terakhir, kami merupakan green company.

Di mana produk-produk D-Link dibuat?

Produk produk kami dibuat di Cina tapi RnD nya ada di Taiwan. Fungsi RnD ini adalah untuk memastikan bahwa produk-produknya sesuai dengan standard D-Link.

D-Link bermain di segmen mana?

Kami bermain di 2 segmen; di pasar consumer dan corporate. Tahun ini kami akan fokus di segmen small and medium-sized business (SMB).

Bagaimana startegi D-Link dalam memasarkan produk?

Kita tidak direct langsung menjual ke konsumen, melainkan melalui partner bisnis kami Syynex Metrodata. Mereka merupakan salah satu distributor IT terbesar. Melalui mereka, kami masuk ke reseller-reseller seperti di Mangga Dua. Lalu, kami masuk ke online seperti Bhinneka.com dan akan mulai masuk ke Lazada serta lainnya. Saat ini kami sedang proses penetrasi ke modern channel seperti Toko Gunung Agung, Best Denki, Carrefour, dan lain-lain. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)