Dahlan Iskan : Dorong BUMN Kembangkan Bisnis di Timor Leste

Keberhasilan Wijaya Karya (Wika) di Timor Leste bisa merangsang BUMN lain untuk lebih agresif lagi dalam pengembangan bisnis dan investasi di Timor Leste. Beberapa proyek yang sedang dikembangkan Wika di Timor Leste antara lain Comoro II Bridge di Dili dengan investasi sekitar US$ 8,76 juta yang mulai dibangun 1 September 2012 dan diharapkan selesai 21 Mei 2013. Proyek lainnya Batu Gade - Maliana Road dengan investasi sekitar US$ 6,95 juta sejak September lalu yang diharapkan selesai dalam waktu 547 hari (29 Maret 2014).

Berdasarkan catatan KBRI di Timor Leste, saat ini terdapat sekitar 588 perusahaan dan perorangan yang membuka usaha di negara yang merdeka sejak 20 Mei 2002. Bahkan Pemerintah Timor Leste melalui perencanaan pembangunan strategis 2011-2030, membuka pintu lebar untuk berbagai investasi, di mana Pemerintah Timor Leste pun akan memberikan bantuan keringanan pajak bagi investor asal Indonesia.”Kerja sama Timor Leste dan Indonesia tidak hanya sebatas kerja sama ekonomi, tapi juga mengharapkan bidang lain,” Kay Rala Xanana Gusmao, Perdana Menteri Timor Leste. Meskipun beberapa kendala utama masih dihadapi para pengusaha Indonesia di Timor Leste, terkait dengan birokrasi, dan juga kesulitan memperoleh kucuran modal untuk pengembangan usaha.

Eneranda Martin ,Secretary of State Support and Promotion of The Private Sector Timor Leste, berharap agar hubungan antara Indonesia dan Timor Leste dalam hal peningkatan ekonomi dan pembangunan bisa terus berlanjut, mengingat jumlah pengusaha di Indonesia cukup besar, banyak hal seperti kesamaan kultur dan bahasa Indonesia. “ Untuk menarik minat investor, kami juga telah menerapkan peraturan yang baru bagi para investor, seperti keringanan pajak bagi pengusaha dan investor, termasuk impor barang yang terkait dengan pembangunaan," katanya Eneranda.

Dalam ramah tamah dengan pengusaha Indonesia di Timor Leste, Dahlan Iskan, Menteri Negera BUMN berjanji akan segera mencarikan solusi untuk mengatasi kendala tersebut, sehingga produktivitas pengusaha asal Indonesia akan semakin berkembang. Apalagi saat ini beberapa BUMN seperti Wijaya Karya, Bank Mandiri, Pertamina, Merpati Airlines sedang melakukan pengembangan bisnis di Timor Leste. Bahkan akhir pekan lalu Telkom Group melalui anak perusahaannya Telkom Internasional (Telin) meresmikan beroperasinya brand Telkomcel sebagai operator telekomunikasi kedua di Timor Leste setelah Timor Telcom yang telah 10 tahun beroperasi di sana.

Menurut Dahlan, rencananya ada beberapa sektor di BUMN yang didorong dan diharapkan mampu bersaing dengan perusahaan dari negara lain. Sektor yang akan didorong antara lain, telekomunikasi, tenaga listrik, bahan bakar, infrastruktur, dan perbankan. Di sektor telekomunikasi, Telkomcel harus mampu bersaing bersaing dengan pemain asal Portugal. “Telkomcel harus kuasai Timor Leste yang saat ini dikuasai Timor Telcom,” katanya. Karena untuk memenangkan Telkomcel harus memberikan layanan telekomunikasi bergerak dengan kualitas yang tinggi dan varian produk yang beragam, sehingga masyarakat Timor Leste dapat saling berkomunikasi dan mengakses berbagai informasi dunia global.

Arif Yahya, Dirut PT Telkom Group, menambahkan sebagai operator terbesar di Indonesia akan memberikan layanan terbaik disektor telekomunikasi melalui percepatan penggelaran layanan broadband internet (accelerate broadband through converged services) dan pengelolaan portofolio nirkabel (managed wireless portfolio). “Selain di Timor Leste, Telkom Group juga telah berkontribusi melalui anak perusahannya di Singapura, Malaysia, dan Hongkong. Bahkan minggu depan akan masuk Australia untuk membidik layanan call center,” kata Yahya.

Bank Mandiri juga termasuk contoh sukses BUMN pelat merah yang melakukan ekspansi di Timor Leste. Meskipun harus bersaing dengan dua bank lainnya yang beroperasi di Timor Leste yaitu Portugal Banco Nacional Ultramarino (BNU) dan bank ANZ asal Australia ANZ. Bahkan BNU sudah memiliki cabang hampir di seluruh Timor Leste. Dahlan mendorong bank beraset terbesar di Indonesia tersebut membuka cabangnya ke seluruh Timor Leste. "Mungkin setelah ada Telkomcel, Bank Mandiri akan ekspansi ke bebrapa distik di Timor Leste,” katanya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)