Danamon Jalin Kerja Sama dengan USAID

Bank Danamon melalui Danamon Simpan Pinjam bekerja sama dengan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (United States Agency for International Development/USAID) menyiapkan dana US$ 35 juta untuk kredit sektor agribisnis (pertanian dan perkebunan)

"Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan pembinaan kemampuan teknis dan akses pembiayaan kepada pelaku sektor agribisnis," kata Direktur Perbankan Mikro Bank Danamon, Minhari Handikusuma, saat penandatanganan kerja sama, di Jakarta, Senin (7/5).

Program kredit yang sumber dananya berasal dari USAID tersebut rencananya akan dijalankan selama tujuh tahun untuk dialokasikan kepada pelaku bisnis pertanian serta perkebunan di seluruh wilayah di Indonesia.

Jika rata-rata pinjaman masyarakat sekitar Rp 20-60 juta, maka dana tersebut dapat dibagikan kepada pelaku bisnis sektor agrikultural dengan jumlah sekitar 30-50 ribu pelaku. "Kalau plafon sendiri tergantung produk, rata-rata plafon di sektor agrikultural sekitar Rp 20-60 juta dan akan efektif mulai besok," ujar Minhari.

Untuk bantuan teknis yang akan diberikan, Minhari mengaku program dapat memberi pelatihan, pembinaan dan penyuluhan oleh para staf yang telah dilatih oleh USAID. Selain non-teknis, kedua lembaga juga memberikan akses perbankan baik simpanan maupun pinjaman melalui Danamon Simpan Pinjam (DSP).

Sementara itu Direktur USAID, Glenn Anders, menyatakan, program tersebut, selain memberikan bantuan akses kredit kepada para petani, juga akan memberi bantuan teknis. Anders menjelaskan, USAID bersama Danamon akan membantu kinerja pelaku bisnis agrikultural untuk mengurangi risiko yang ada saat masa tanam untuk meningkatkan hasil produksi sektor pangan.

"Salah satu sektor yang menjadi kunci kerja sama Indonesia dan AS adalah ketahanan pangan sehingga kami ingin mendorong peningkatan produktifitas," kata Anders. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan tersebut USAID bekerja sama dengan DSP untuk mengembangkan ketahanan pangan dan pinjaman kecil bagi sektor agrikultural yang produktif dan berkesinambungan.

Melalui program tersebut, kedua pejabat mengharapkan semakin banyak pelaku agribisnis yang memperoleh kemudahan akses pembiayaan untuk modal usaha, sehingga dapat tumbuh dan berkontribusi bagi industri perkebunan dan pertanian nasional.

Danamon melalui salah satu lini bisnisnya yaitu DSP, secara khusus melayani dan membantu pengembangan usaha mikro dan kecil, terutama yang berada di komunitas pasar dan sekitarnya, seperti pedagang pasar, retailer, dan lain-lain. Sejak akhir tahun 2010, DSP telah melakukan ekspansi bisnis ke sektor agribisnis yang diawali dari perkebunan kelapa sawit dan karet. Ke depannya, DSP akan terus berkembang ke sektor agribisnis seperti perkebunan kakao dan kopi.

Sedangkan USAID adalah suatu lembaga independen dan lembaga pemerintah Amerika Serikat yang menyediakan bantuan pembangunan dan kemanusiaan di seluruh dunia untuk mendukung tujuan kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Sejak tahun 1950, USAID telah bekerja dengan pemerintah Indonesia dan masyarakat sipil untuk mendorong pembangunan dan memenuhi kebutuhan rakyatnya. (Lila Intana/EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)