Demi Pengembangan Usaha Jangka Panjang, KAM Lepas 500 Juta saham ke Publik

PT Karisma Aksara Mediatama Tbk (KAM), perusahaan yang bergerak di bidang penerbitan, produksi alat tullis kantor, percetakan hingga ritel toko buku itu akan melakukan Initial Public Offering (IPO). Perusahaan yang terkennal dengan ritel toko buku Karisma itu berencana menawarkan sebanyak-banyak 535.821.500 lembar saham atau sebanyak 30 % dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah Penawaran Perdana Saham. Satu lembar saham perdananya akan dilepas dengan harga Rp 125 - 140.

kARISMA GRUP (2)

Saham ini direncanakan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 8 Oktober 2014 nanti. Oleh karena itu, pihak KAM berharap pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diperoleh pada tanggal 26 September 2014, adapun indikasi masa penawaran umum akan dimulai dari tanggal 30 September 2014, adapun indikasi masa penawaran umum akan dimulai dari tanggal 30 September 2014 samapai dengan tanggal 3 Oktober 2014.

Direktur Utama PT Karisma Aksara Mediatama Tbk, Lyndon Saputra, menjelaskan, alasan pihaknya memutuskan go public, adalah untuk pengembangan usaha jangka panjang. “Untuk mengembangkan usaha jangka panjang maka dibutuhkan juga modal jangka panjang, lewat IPO yang berrati modal jangka panjang itu bisa didukung lewat kepemelikan saham oleh publik,” jelas Lyndon.

Sedangkan, Heidi Saputra, salah satu Direktur PT Karisma Aksara Mediatama Tbk, menjelaskan ada 4 alokasi utama dana yang diperoleh dari IPO tersebut, yaitu sebesar 63,9 % akan digunakan untuk penyertaan modal kepada anak usaha. Kemudian, 21 % akan digunakan untuk pembayaran sebagian pinjaman perseroan kepada bank kreditur, 8 % akan digunakan untuk modal kerja perseroan dan 7,1 % akan digunakan untuk belanja modal.

Khusus untuk alokasi untuk anak usaha, direncanakan akan digunakan untuk membangun 6 toko baru di tahun 2014 ini dan 15 toko lagi di tahun 2015 nanti. Menurut Heidi, investasi yang dibutuhkan untuk setiap toko mulai dari Rp 500 juta hingga Rp 1,5 miliar. “Pengembangan toko-toko baru nantinya akan kami arahkan ke Indonesia bagian timur karena potensi pasar di sana masih bagus,” jelas Heidi.

“Selama ini pun sebesar 60 % kontribusi penjualan datang dari toko kami yang di luar pulau Jawa, karena itu kami tetap akan mengembangkan gerai ke luar Jawa lebih banyak,” lanjut Heidi.

Pada Q1 tahun 2014 ini pendapatan KAM mencapai Rp 47,772 miliar, di mana 82,81 % berasal dari penjualan buku, 13,59 % dari alat tulis kantor, dan 3,60 % dari percetakan. Pendapatan PT Karisma Aksara Mediatama Tbk, ini menunjukkan kenaikan sebesar 26,09 % jika dibandingkan dengan Q1 2013 yang hanya sebesar Rp 37,88 miliar. Selain itu, laba bersihnya pun mengalami kenaikan yakni per 31 Maret 2014 mencapai Rp 6,6 miliaar atau naik 281,51 % dibandingkan laba bersih per 31 Maret 2013 yaang hanya mencapai Rp 1,73 miliar.

Menurut Lyndon, pencapaian tersebut diperoleh karena keberhasilan beberapa strategi yang dijalankan pihaknya. Diantaranya adalah dengan membangun toko-toko bukunya tidak di area koemersil tengah kota, melainkan di daerah pemukiman, seperti perumahan besar “Dengan demikian harga jual kami lebih rendah dan akses konsumen ke toko kami semakin mudah” jelas Lyndon. Selain itu strategi lainnya adalah efisiensi biaya operasional dan biaya lainnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)