Dunamis Gelar Indonesian MAKE Study

Agar dapat mencapai sasaran perusahaan di tengah persaingan yang semakin ketat, organisasi harus mencari cara untuk mengelola pengetahuan yang dimiliki. Untuk itu, Dunamis Consulting menyelenggarakan Indonesian Most Admired Knowledge Enterprise (MAKE) Study, di mana organisasi maupun individu yang hadir memiliki kesempatan untuk menominasikan organisasi yang mereka kagumi dalam pengimplementasian knowledge management.

Andiral Purnomo, Chairman 2012 Indonesian MAKE Study mengatakan, setiap organisasi baik profit maupun non profit perlu memperbarui strategi mengingat perubahan eksternal yang terus menerus menuntut setiap organisasi untuk memikirkan berbagai upaya baru. Menurutnya, dunia telah memasuki era perekonomian pengetahuan, meninggalkan era perekonomian perindustrian.

Era yang dimaksud adalah pengetahuan yang dimiliki masing-masing individu sehingga mampu menghasilkan produk/jasa/solusi yang berkualitas dan bersaing. Cara atau sistem mengelola pengetahuan inilah yang disebut sebagai knowledge management, termasuk di dalamnya masalah inovasi, kolaborasi, intellectual capital management, dan organizational learning.

Organisasi yang telah berhasil mengelola, mengembangkan dan memanfaatkan pengetahuan yang mereka miliki untuk kemaslahatan stakeholder/shareholdernya-lah yang bisa disebut sebagai knowledge-based enterprise,” Andiral menjelaskan.

Agar menuju sebuah knowledge-based organization, menurutnya organisasi perlu untuk mengintegrasikan pengetahuan yang dimiliki dalam aktivitas bisnis sehari-hari. Proses integrasi ini dapat berjalan dengan lancar bila organisasi mampu menciptakan sebuah lingkungan kerja yang mendukung dimana setiap orang dapat saling berbagi pengetahuan satu sama lain serta meningkatkan kapabilitas pengetahuan partisipan.

Tema yang diangkat dalam acara ini adalah “Creating an Environment for Collaborative Knowledge Sharing”. Sebagai best practices sharing , Dunamis menghadirkan Enny Sampurno, HR Director PT Unilever Indonesia Tbk yang telah menjuarai Indonesian MAKE Study sebanyak 7 kali, Asian MAKE Study sebanyak 6 kali serta terpilih sebagai salah satu pemenang tingkat dunia dalam Global IOU (Independent Operating Unit) MAKE Study.

Untuk sesi bincang dengan pemimpin (Leaders Talk), Dunamis menghadirkan Djoko Pranoto - CEO PT United Tractors Tbk dan Indra Utoyo, IT Solution and Strategic Portfolio Director PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, sehingga peserta dapat belajar dan berdiskusi mengenai keberhasilan Unilever Indonesia, United Tractors dan Telekomunikasi Indonesia menjadi knowledge-based enterprise.

Acara ini sebagai wujud kontribusi Dunamis Consulting untuk mempromosikan aktivitas knowledge management, mengidentifikasi knowledge-based organization dan memberikan apresiasi atas upaya pengembangan knowledge management. (Ario Fajar/EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)