Ekspansi ke Timor Leste, Telin Investasi US$ 50 Juta

PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin), anak perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) yang menjadi kepanjangan tangan Telkom di pasar global, berencana menginvestasikan dana sebesar US$ 50 juta dalam lima tahun ke depan untuk menyediakan layanan telekomunikasi Global System for Mobile Communication (GSM) dan 3G di Timor Leste. Hal ini dinyatakan Syarif Syahrial Ahmad, Direktur Utama Telin di sela konferensi pers pembukaan kegiatan Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2012, pada Rabu (11/7) di Nikko Resort and Spa, Nusa Dua Bali.

“Kami lakukan ekspansi ke Timor Leste untuk membuka layanan telekomunikasi di sana. Untuk tiga tahun pertama kami akan investasi US$ 30 juta  dan total untuk lima tahun ke depan mencapai US$ 50 juta,” ungkap Syarif. Rencana investasi dilakukan setelah Telin mendapat 15 tahun lisensi spektrum radio untuk layanan telekomunikasi selular pada frekuensi 900 Mhz, 1800 Mhz, dan 2,1 Ghz band dan Registrasi Penyedia Jasa di Republik Demokratik Timor Leste. Dengan mengantongi lisensi itu, Telin dapat menggelar layanan GSM dan 3G.

Menurut Syarief, faktor utama yang membuat pihaknya tertarik menggarap pasar Timor Leste adalah jaringan yang masih jernih karena baru ada satu operator di sana. Ia melanjutkan, setelah pengumuman pemenang lisensi itu, terdapat tiga operator di Timor Leste, yaitu Timor Telecom, Telin, dan Digicel. Hingga 2017, pihaknya menargetkan dapat menguasai 43% pangsa pasar di Timor Leste, dengan total pelanggan 400 ribu pelanggan. “Timor Leste merupakan pasar telekomunikasi yang menarik karena memiliki potensi pertumbuhan pelanggan. Dengan mempertimbangkan daya beli pengguna, Telin menargetkan memiliki 400 ribu pelanggan pada 2017 atau sekitar 43% pangsa pasar Timor Leste,” ujar Syarif.

Layanan inti yang akan dikembangkan Telin nantinya yaitu broadband nirkabel, solusi bisnis, dan layanan berbasis jaringan seperti layanan data dan Internet Protocol (IP) transit. Dijelaskan pihak Telin, Infrastruktur Telin akan dibangun pada jaringan non-satelit, melalui jaringan terestrial microwave dan jaringan optik. Syarif melanjutkan bahwa pihaknya akan membangun jaringan optik terestrial di Timor Leste pada tahun kedua operasi dan akan selesai dalam waktu lima tahun. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)