Empat Faktor Pendorong Bisnis Delta Djakarta

Meski pertumbuhan industri bir di Indonesia hanya 4,8%, namun kinerja bisnis PT Delta Djakarta Tbk tumbuh di atas rata-rata. Emiten yang memiliki kode transanski DLTA tersebut mengklaim menguasai 30% pangsa pasar dan berhasil membesut produk-produk kompetitif. Keberhasilan itu didorong oleh empat faktor utama.

Pertama, perseroan memperkuat efisiensi distribusi dengan melibatkan jasa dari pihak ketiga transportasi dan pengiriman yang andal. Selain itu, pengawasan dan rasionalisasi biaya angkut ditetapkan melalui tolak ukur mekanisme harga pasar.

Setelah mampu mengatasi beberapa tantangan di tahun 2011, seperti ketatnya peraturan cukai dan tingginya biaya operasional usaha, produsen minuman berakohol itu mencatat peningkatan laba bersih komperhensif sebesar Rp 151,7 miliar. Kapasitas produksi DLTA mencapai 600 ribu- 650 ribu hektoliter setiap tahun.

Faktor ekternal yang memicu bisnis kami tumbuh adalah demografi dan sektor pariwisata yang mulai menggeliat. Bisnis kami tumbuh lebih tinggi dari industri itu sendiri, ” ujar Alan V.Fernandez, Direktur Keuangan DLTA.

Saat ini penyerapan penjualan terbesar masih berada di Pulau Jawa dan Bali. Namun begitu, Alan, mengatakan, pihaknya sudah memperkuat jaringan dan pemasaran keseluruh Indonesia.

 Kedua, berpatisipasi dalam acara musik dan otomotif berskala besar. Kegiatan tersebut mampu mempertahankan citra produk sehingga meningkatkan tingkat konsumsi. Misalnya seperti Ankerholic, Anker Sport drifting mobil dan kejuaran balap motor.

Faktor selanjutnya adalah inovasi dan menjaga kualitas produk. Ia mengklaim, ketujuh produk yang dikelolanya telah menempati posisi strategis di pasar Indonesia, khususnya merek Kuda Putih yang menyasar segmen kelas bawah (ekonomis).

 Produk premium, San Miguel dan SanMig Light telah mencatat pertumbuhan volume dua digit di tahun 2011, dan telah menjadi tren untuk lima tahun berturut-turut. San Miguel adalah minuman resmi di ajang “2011 Masters Golf Tournament Indonesia”. Produk ini ditujukan untuk kalangan atas.

 Ketiga, memperluas ketersediaan produk. Perseroan telah mengimpelementasikan program penetrasi di arae-area baru dan mengangkat diler-diler baru untuk meningkatkan distribusi. Perseroan juga menerapkan pengembangan model distribusi dan investasi pada kegiatan promo di tingkat pedagang dan retail. “Target kami selanjutnya adalah mengembangkan bisnis di Sumatera, Surabaya, Sulawesi Selatan dan Kalimantan,” Alan menambahkan.

Faktor terakhir, melanjutkan sinergi yang menguntungkan dengan San Miguel Brewery Inc, dalam mendapatlam sumber alternatif dan pasokan paling ekonomis. Penyediaan bahan baku lokal juga dievaluasi untuk mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor dan dampak resiko kerugian transaksi valuta asing. “Cara tersebut cukup ampuh dalam penghematan perusahaan,” tandasnya. (Ario Fajar/EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)