Gelar Perdana Pameran Pulp & Paper, BSU Bidik Segmen Tepat Sasaran

Panggah Soesanto, Direktur Jenderal Industri Agro, Kementerian Industri Republik Indonesia Membuka Paperex Indonesia 2014 Panggah Soesanto, Direktur Jenderal Industri Agro, Kementerian Industri Republik Indonesia Membuka Paperex Indonesia 2014

Untuk pertama kalinya, PT Prakarsa Sinergi Utama (BSU) dan ECMI ITE Asia Sdn Bhd mengadakan pameran pulp dan kertas terdepan di Asia Tenggara pada tanggal 3-4 di Jakarta Convention Center. Menurut Juanita Soerakoesoemah, Managing Direktor PT Prakarsa, tidak ada target jumlah pengunjungnya karena acara ini dibidik agar tepat sasaran.

"Untuk event selanjutnya, kami masih ingin melihat respon peserta dan pengunjung dari pameran perdana ini. Jika tepat sasaran (yang datang dari pelaku industri pulp & paper) ada kemungkinan tiap tahun akan diadakan," ujar Juanita.

Menurut Panggah Soesanto, Direktur Jenderal Industri Agro, Kementerian Industri Republik Indonesia, pameran pulp and paper ini, diharapkan dapat menjadi pemicu bagi indusri terkait di Indonesia. Terutama dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

Dalam kesempatan jumpa pers, Misbahul Huda, Ketua Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) mengungkapkan. Saat ini produksi pulp di Indonesia sebanyak 3,7 ton dengan nilai sebesar Rp1,8 miliar,  sedangkan untuk kertas 4,1juta ton dg nilai Rp 4,1 miliar.  Misbahul menambahkan, dengan berlakunya MEA 2015 mendatang,Indonesia tidak perlu risau. Karena, jauh sebelum itu, prospek bisnis pulp dan kertas di Indonesia sudah global market, menjadi pemain global. Keterbukaan di MEA bisa lebih intensif lagi.

Sebagai Negara yang kaya akan sumber dari industri pulp dan kertas dengan jumlah hutan mencapai 10 juta hektar. Seharusnya Indonesia dapa memimpin industri Pulp dan kertas di kancah dunia. “Untuk saat ini, negara yang memiliki industri pulp dan kertas terbaik ada pada negara Cina dan Jepang. Harapan kami, pada tahun 2025 nanti, Indonesia dapat menempati urutan ke 3 di dunia sebagai Negara yang Industri pupl dan kertasnya maju,” harap Misbahul.

Selama dua tahun memimpin APKI, Misbahul merasa birokrasi di pemerintahan saling tumpang tindih. Dengan digabungnya Kementerian Lingkungan Hidup dengan Kementerian Kehutanan pada era Pemerintahan baru ini, diharapkan dapat menghilangkan ego sektoral dan dapat menyinergikan antara pemerintah, pelaku industri dan semua

Selain pameran, dibuat pula The Global Paper Leader's Confab yang merupakan bagian dari World Paper Forum (WPF) dan menjadi agenda utama dalam Paperex Indonesia 2014. Dengan berbagai tema menarik, seperti: Strengthening Indonesia Paper Value Chain, Empowering All Stakeholders, dan Specialty and Kraft Paper Growth.

Juanita juga menambahkan, pameran pulp dan kertas ini, merupakan tolak ukur bisnis. Karena telah berhasil memberikan kesempatan emas bagi peserta pameran, industri profesional serta pengunjung yang datang dari industri pulp dan kertas di Indonesia. Untuk bisa saling bertukar informasi dan bersinergi dalam mengembangkan hubungan bisnis. Pada akhirnya dapat ikut serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan bisnis pulp dan kertas di Indonesia. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)