Genjot Penggunaan Plastik, Inaplas Gandeng Taiwan

Inaplas teipeiplas

Fajar Budiono, Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Plastik Indonesia (Inaplas), menjelaskan bahwa saat ini kebutuhan plastik di Indonesia baru mencapai angka 17 kg/kapita. Dibanding dengan negara lain, Indonesia masih tertinggal jauh. Seperti Malaysia sudah mencapai sebanyak 30 kg per kapita, Jepang 50 kg per kapita, Australia 40 kg per kapita dan Vietnam di atas 25 kg per kapita.

Fajar mengakui, selain Taiwan beberapa negara Eropa seperti Italia dan Jerman sering mengajak pelaku industri plastik dari Indonesia untuk menggarap peluang pasar dengan menawarkan mesin industri plastik. Namun, dianggap Fajar, Italia dan Jerman kurang agresif dalam menggarap peluang pasar yang ada.

Apalagi dibanding dengan negara Eropa, produk dari Taiwan punya beberapa keunggulan. Dia mengklaim antara lain kualitas tidak kalah dengan Eropa dan harga lebih terjangkau. Taiwan juga menyediakan layanan purna sebanyak 60 lokasi di berbagai kota di dunia termasuk di Jakarta.

Ramadhan dan Lebaran nanti akan menjadi satu momentum strategis bagi pengusaha industri plastik untuk melakukan penetrasi pasar yang mayoritas masih didominasi di wilayaj Jabodetabek, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Meski sempat mengalami penurunan di kuartal pertama 2016 karena plastik berbayar dan cukai plastik, tapi ditargetkan pertumbuhannya bisa mencapai 6,5% pada kuartal kedua yang bertepatan dengan momen Ramadhan dan Lebaran tahun 2016 ini.

"Dengan hadirnya Taiwan sebagai pemasok mesin industri plastik, diharapkan sebanyak 400 perusahaan plastik kelas menengah atas di Indonesia dapat meremajakan kembali kualitas mesin produksinya," jelas Fajar pada acara konferensi pers Taipei International Plastics and Rubber Industry Show (Taipie Plas) di Jakarta.

Rencananya Taipei Plas akan diselenggarakan pada 12-16 Agustus 2016. Pameran ini akan memajang aneka mesin industri plastik dan karet unggulan. Seperti event-event sebelumnya, Taipei Plas akan menyerap  peserta yang lebih banyak lagi sebesar 535 peserta pameran dengan 2.680 booth dan diperkirakan akan dikunjungi sekitar 18.000 pengunjung domestik dan international.

"Yang menarik lagi, pameran tahun ini akan menghadirkan area pameran baru yaitu 3D printing dan smart manufacturing," jelas Alex Pen, Project Manager Section 1 of Exhibition Department Taitra di depan awak media di Sunken Plaza, BTPN Tower Mega Kuningan, Jakarta (31/5/).

Konsep smart manufacturing tersebut sesuai denga revolusi industri ke 4, yaitu revolusi digital. Dalam pameran Taipei Plas, Taitra selaku penyelenggara akan membangun berbagai fasilitas pintar dengan berbagai unsur seperti robot otonom, Internet of Think (IoT) dan bigdata.

Sementara itu, Taipei International Machine Tools Show (Timtos) yang akan kembali diadakan pada tahun 2017 di bulan Maret dibuat dengan konsep one on one procurement. Artinya, para pembeli dapat diarahkan kr pemasok mesin dengan tepat dan efisien terhadap 5 sektor mesin. Yaitu manufaktur cerdas, suku cadang mobil, produk 3C, peralatan medis dan kemasan. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)