Genjot Penjualan UKM, idEA Gelar Pameran Mei 2015

 

Indonesia memiliki 55 juta Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ternyata mampu memberikan kontribusi nyata pada negara sebanyak 56% dari ekonomi negara. Jika ditopang dengan akses pasar lewat teknologi online, diperkirakan perkembangan UKM dapat meningkat dua kali lipat. Sebab, menurut Andy Sjarif, founder Nurbaya Initiative yang juga anggota dari idEA,  yang dibutuhkan oleh UKM saat ini ada pembinaan, pendanaan dan akses pasar.

Menjawab tantangan tersebut, idEA akan menggelar sebuah kegiatan yang ditujukan bagi para UKM dalam format seminar dan pameran pada tanggal 30 Mei 2015 bertempat di Assembly Hall, Plaza Bapindo lantai 19. Acara yang bertajuk “UKM Indonesia – Scale up!” ini bertujuan memberikan edukasi bagi para pelaku UKM untuk meningkatkan skala usaha mereka melalui platform e-commerce dan juga akses agar terhubung dangan mitra e commerce seperti, penyedia solusi tekhnologi, investor, perbankan, logistik, sampai dengan penyedia jasa pembayaran online (payment gateway).

IMG_20150512_162042

"Potesi UKM di Indonesia sangat besar, namun yang sudan go online masih sangat sedikit. untuk itu, kami akan mengembangan UKM yang menjadi salah satu prioritas kerja dan komitmen asosiasi. Kami yakin bahwa platform e-commerce dan teknologi digital dapat membuka kesempatan yang luas bagi para pengusaha kecil untuk mengembangkan usahanya dan mewujudkan apa yang kami sebut sebagai Indonesian Dream,” tutur Daniel Tumiwa, Ketua Umum idEA kepada awak media di Jakarta (12/5).

Di antara narasumber seminar akan diisi lebih dari 30 pembicara dari ekosistem industri e-commerce nasional, seperti  Setyo Harsono dari Sprint, Aulia Marinto dari Blanja.com, Achmad Zaky dari Bukalapak, Kusumo Martanto dari Blibli.com, William Tanuwijaya dari Tokopedia, Imam Akbar dari Doku, Erwin Panigoro dari Verisign, Iwan Setiawan dari Baidu dan Daniel Tumiwa dari OLX. Termasuk beberapa pakar media sosial seperti Rama Mamuaya dari Daily Social dan Rhein Mahatma  dari Startupbisnis.

Sementara untuk exhibition sendiri akan diramaikan dengan 60 booth yang terdiri dari para penyelenggara platform e-commerce, penyedia solusi teknologi, logistik, sistem pembayaran, periklanan digital, hingga para investor dari venture capital dan private equity. Beberapa perusahaan peserta seperti: Sprint, Blanja.com, Bukalapak, Doku, Verisign, Baidu, Blibli.com, Tokopedia, OLX, Google, MasterCard, Elevenia, Indonetwork, Ipay88, BNI, CBN, Tuv Rheinland, JNE, Mandiri e-cash ,Blue Power Technology dan Oxygen.id juga dapat diakses oleh pengunjung secara gratis.

"Selain itu, idEA juga akan meluncurkan program Direct Benefit yang merupakan langkah nyata meningkatkan kerjasama mutualisme antar anggota dan sinergi positif di dalam ekosistem e-commerce Indonesia," tambah Daniel. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)