Grup Astra Garap Pembangkit Listrik

Grup Astra melalui anak perusahaanya PT United Tractors Tbk (UNTR) menggarap proyek pembangkit listrik di Jepara, Jawa Tengah. Sara K. Loebis, Sekretaris Perusahaan United Tractors mengatakan proyek pembangkit listrik ini merupakan yang pertamakalinya bagi perseroan dan Grup Astra. “Ini adalah proyek power plant yang pertamakalinya bagi United Tractors dan Grup Astra,” katanya saat dihubungi SWAonline, di Jakarta, Rabu (23/12/2015).

UNTR bersama dengan Sumitomo Corporation dan Kansai Electric Power Co, Inc menyepakati ekspansi proyek Tanjung Jati B Pembangkit Tenaga Listrik Batubara unit 5 dan Unit 6. Perseroan telah menandatangani perjanijan pengikatan jual beli listrik dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) pada 21 Desember 2015. UNTR, kata Sara, belum bisa menyebutkan nilai investasi pembangunan pembangkit listrik unit 5 dan 6. “Karena masih dalam tahap finalisasi kesepakatan,” ucap Sara.

adaro-350x175 Aktivitas penambangan batu bara. PT United Tractors siap menyuplai batu bara untuk proyek pembangunan listrik di Jepara, Jawa Tengah. (Ilustrasi foto : Istimewa).

Proyek ini dikerjakan dengan skema Build, Operate, dan Transfer atau BOT. Skema kerjasama ini adalah untuk membangun dua unit pembangkit listrik ultra-seppercritical di Jawa Tengah dengan kapasitas masing-masing sebesar 1.000 megawatt atau total 2 ribu megawatt. Menurut Sara, lokasi pembangkit listrik unit 5 dan 6 berdekatan dengan pembangkit listrik unit 1 sampai 4 yang sudah ada terlebih dahulu. Kemudian, kerjasama ini juga untuk mengoperasikan dan memelihara dua unit pembangkit listrik tersebut dan memasok listrik ke PLN untuk periode 25 tahun, terhitung sejak dimulainya operasi komersial dua unit pembangkit listrik tersebut.

Lebih lanjut, Sara menjelaskan pembangunan pembangkit listrik unit 5 dan 6 diharapkan bisa dimulai tahun 2016, apabila nota kerjasama sudah diteken dan disepakati oleh perseroan dengan Sumitomo serta Kansai. Untuk kebutuhan batu baranya, lanjut Sara, perseroan siap memasoknya. PT Pamapersada Nusantara (PAMA), anak perusahaan UNTR, akan memasok batu bara ke pembangkit listrik tersebut. “Biasanya kebutuhan batu bara untuk pembangit listrik berkapasitas 2 ribu megawatt membutuhkan batu bara 6 juta hingga 7 juta ton,” jelas Sara.

Adapun, pendapatan Pamapersada Nusantara di kuartal III 2015 turun sebesar turun 6,97% menjadi Rp 23,37 triliun. Penurunan pendapatan disebabkan volume produksi batubara menyusut dari 85,1 juta ton menjadi 81,3 juta ton. Pada saat yang sama, volume pekerjaan pemindahan tanah (overburden removal) turun dari 611 juta bank cubic metres (bcm) menjadi 593,1 juta bcm. UNTR dan anak perusahaannya memiliki kepemilikan di sembilan tambang batu bara dengan perkiraan jumlah cadangan sebesar 402 juta ton.

Sara menambahkan proyek pembangunan pembangkit listrik di Jepara menambah portofolio bisnis UNTR sekaligus merespons peluang bisnis dari program pemerintah membangun pembangkit listrik sebesar 35 ribu megawatt. Pendapatan bersih UNTR per September 2015 turun 6% menjadi Rp 38,3 triliun. Pada periode sama tahun lalu, perseroan masih membukukan pendapatan bersih Rp 40,81 triliun. (***)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)