Ekspansi, WIKA Beton Anggarkan Capex Rp 628 Miliar

Guna mempertahankan kepemimpinan dalam industri dan memberikan solusi terbaik bagi pelanggannya, PT Wijaya Karya Beton (WIKA Bton), anak usaha BUMN Konstruksi, PT Wijaya Karya,Tbk (WIKA) mengembangkan usahanya dengan mengganggarkan capital expenditure (capex)  tahun 2014 sebesar Rp 628 miliar. Belanja modal tersebut ditujukan guna produk baru, diverivikasi lini bisnis, meningkatkan kapasitas dan sarana pendukung lain, serta ekspansi daerah dan pemasaran.

Pada sisi kualitas produk dan kepuasan pelanggan, WIKA Beton memproduksi PC Piles Cylinder dengan diamater hingga 2.000 mm dan panjang mencapau 60 meter. WIKA sendiri melihat peluang besar dalam rangka daya saing infrastruktur Indonesia.

Entus Asnawi Mukhson, Direktur Keuangan WIKA Beton,  berujar bahwa pemerintah melalui program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025, merencanakan investasi senilai Rp 4.012 triliun di mana diperkirakan sektor konstruksi akan tumbuh dengan CAGR sebesar 14% pada periode 2014-2018.

Adapun pengembangan infratruktur mendapat porsi investasi sebesar Rp 1.786 triliun, antara lain untuk pembangunan jalan raya Rp 339 triliun , pelabuhan Rp 117 triliun, energi Rp 681 triliun, airport Rp 32 triliun, railway Rp 326 triliun , air Rp 18 triliun , telekomunikasi Rp 242 triliun, dan proyek lainnya Rp 31 triliun.

“Inilah peluang bagi kami untuk turut berperan dalam peningkatan infrastruktur Indonesia melalui produk beton pracetak,” tambahnya.

Bangun Tiga Pabrik Baru

Terkait itu, WIKA Beton menambah tiga pubrik baru di tahun ini guna meningkatkan kapasitas produksi Perseroan. Dengan tambahan tiga pabrik baru yang berlokasi di Lampung dan Cilegon, nantinya WIKA Beton akan mengoperasikan 11 pabrik di akhir tahun ini dengan total kapasitas 2,2 juta ton per tahun.

Entus Asnawi Mukhson, Direktur Keuangan WIKA Beton, mengatakan, pembiayaan ketiga pabrik tersebut diambil dari belanja modal 2014 yang dianggarkan sebesar R p628 miliar tadi. "Untuk lampung 2 pabrik plus dermaga, investasinya Rp350 miliar. Pabrik Cilegon beserta tanah Rp 175 miliar. Semua capex dari dana internal," papar Entus di Jakarta, Selasa (21/1/13).

Sisa dana capex, atau sekitar 15% dari angka Rp 628 miliar, menurut Entus, digunakan untuk menyelesaikan pengadaan tanah di Pasuruan, Kalimantan Timur dan Bogor.

Direktur Operasi I WIKA Beton, Fery Hendriyanto, menambahkan, pembangunan pabrik baru diharapkan tahun ini dikerjakan sehingga dapat menambah kapasitas perseroan menjadi sekitar 2,2 juta ton per tahun. "Di Cilegon kapasitasnya 100 ribu ton per tahun. Sementara di Lampung sekitar 200 ribu ton per tahun. Jadi itu kami siapkan untuk proyek-proyek infrastruktur ke depan, seperti Jembatan Selat Sunda, kami sudah siap dengan produk beton di Lampung," ujar Fery.
Pabrik Lampung adalah ekspansi pabrik WIKA Beton, sementara pabrik Cilegon diperuntukan kepada anak usaha patungan dengan Krakatau Steel Grup dan WIKA, yakni PT WIKA Krakatau Beton.

Sebelumnya, WIKA Beton telah mengoperasikan pabrik hasil kerjasama dengan PS Misthubishi - Jepang, di Karawang, yakni PT WIKA Kobe. Persiapan tersebut juga untuk antisipasi proyek MRT dengan total kapasitas mencapai 75 ribu ton pertahun dan diharap Indonesia tidak perlu impor lagi. WIKA Beton sendiri saat ini memiliki kapasitas produksi terbesar dengan 2 juta ton per tahun, atau menguasai 43% dari total kapasitas dari 20 pemain di industri beton. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)