Gunung Sewu Gelontorkan Rp 3,5 Triliun untuk Bangun Kawasan Terpadu

Meski lahannya terbatas, Jakarta seakan tidak pernah jenuh untuk menambah ruang komersial dalam bentuk perkantoran, pusat perbelanjaan ataupun hunian. Di penghujung tahun misalnya, Gunung Sewu Group, menambah pasokan ruang komersial di pusat bisnis Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Pembangunan kawasan terpadu (mixed-used development) ini diperkirakan menelan dana hingga Rp 3,5 triliun.

Melalui anak usahanya, Farpoint, grup yang lebih kondang dengan jualan buah-buahan itu akan mengembangkan kawasan terpadu dengan menghadirkan Sofitel So (sebuah hotel mewah berbintang 5 dari Perancis), residensial eksklusif, perkantoran internasional grade A, area retail, serta green urban plaza sebagai ruang terbuka hijau untuk publik di tengah Lingkar Mega Kuningan.

Proyek ini akan mencakup area seluas 120 ribu meter persegi, 26 lantai kantor, 212 kamar hotel dan 24 lantai hunian mewah. Konstruksi akan dimulai pada akhir tahun ini dan diperkirakan selesai secara bertahap dari pertengahan 2018 hingga awal 2019, dengan nama “The Hundred”. “Pembiayaan berasal dari internal dan juga bank,” kata Jusup Halimi, Chief Executive Officer Farpoint saat ground breaking.

Ground Breaking The Hundred Ground Breaking The Hundred

Uniknya, saat ini perusahaan belum memasarkan produknya ke pasar. Bahkan untuk harganya pun belum ditetapkan. “Kami belum menjual unit ke pasar karena akan fokus pada pembangunan gedung terlebih dahulu. Soal harga yang pasti akan dikondisikan dengan harga pasar ke depannya,” jelasnya.

The Hundred membidik segmen premium atau kelas A yang menginginkan ruang komersial dilokasi strategis. Penetapan segmen premium kelas A, menurut Jusup, karena segmen tersebut adalah pasar yang paling potensial, mengingat banyak permintaan ruang komersial dari masyarakat atau korporasi berdana besar yang menginginkan beraktivitas dan tinggal di sana. “Dengan begitu, maka break event point-nya juga akan lebih cepat,” Jusup berkomentar.

Tidak hanya menghadirkan standar gaya hidup tinggi, The Hundred, klaim Jusup, dirancang dengan tujuan untuk menciptakan landmark yang memberikan dampak positif terhadap lingkungan sekaligus menyediakan tempat kerja yang dirancang secara berkelanjutan. Tempat kerja yang dirancang secara berkelanjutan, lanjutnya, akan meningkatkan efesiensi dengan mengurangi konsumsi sumber daya alam, sekaligus meningkatkan produktivitas bisnis dengan mendukung kesehatan dan kenyamanan penghuninya.

Desain ikonik The Hundred adalah kolaborasi berkelas dunia dari para arsitek dan desainer ternama seperti Woods Bagot Architects (San Fransisco),kolaborasi desain interior dan kreatif dari Powerstrip Studio (Los Angeles) dan Bando Design (New York City), Inverse Lighting (London) dan WHL Asia Structural (Shanghai). “Ekspektasinya adalah okupansi setinggi mungkin,” harapnya.

Sekedar informasi, Farpoint merupakan anak perusahaan yang memiliki sepenuhnya oleh Gunung Sewu Group. Perusahaan ini didukung oleh lebih dari 30 tahun pengalaman Gunung Sewu dalam pengembangan properti residential, komersial, hospitality dan ritel, maupun dalam manajemen aset. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)