ICBC Indonesia Coba Peruntungan di Reksa Dana

Kondisi bursa yang tengah bergejolak tak menyurutkan niat PT Bank Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) Indonesia untuk memulai bisnis reksa dana. Rencananya, ICBC akan mulai menjual reksadananya tahun ini.

Direktur Bank ICBC Indonesia, Sandy Tjipta Muliana, mengatakan bursa lokal masih berada dalam tren yang positif. "Kami yakin industri itu tetap tumbuh maka itu kami berencana masuk ke dalam reksadana," kata Sandy Tjipta saat temu wartawan dalam rangka lomba penulisan dan foto untuk peringatan HUT ke-5 ICBC Indonesia di Jakarta, Kamis (31/5).

Penawaran perdana reksa dana ICBC tinggal menunggu izin dari Bank Indonesia (BI) turun. Selain masuk ke dalam bisnis reksadana, ICBC Indonesia juga akan masuk ke dalam bisnis bancassurance. Porsi ritel juga akan diperbesar menjadi 40%. Saat ini, pembiayaan untuk korporasi hampir 90%, dan sisanya di konsumer dan ritel.

"Saat ini, consumer dan ritel masih kecil. Kami akan memperbesar porsi ritel hingga 40% seiring dengan Indonesia yang memiliki perekonomian cukup kuat. saat ini masih didominasi pembiayaan korporasi, namun sisi konsumer dan ritel masih terus tumbuh," katanya.

Tingkat kredit bermasalah (non performing loan/NPL) bank tersebut saat ini sebesar 0,21%%. Intermediasi perbankan terus membaik, hal itu tercermin dari pertumbuhan kredit yang terus tumbuh dengan Loan Deposit Ratio (LDR) sebesar 80%.

Ke depannya, ICBC akan menambah cabang hingga 26 cabang. Saat ini cabang ICBC Indonesia baru mencapai 19, sebanyak delapan cabang berada di Jakarta. Cabang-cabang tersebut akan dibuka di Jakarta, Makasar, Balikpapan, Bali dan kota besar lainnya.

Sekadar informasi, per April 2012, total aset Bank ICBC Indonesia sebesar Rp 22,6 triliun, atau meningkat 33 kali dari total aset pada saat proses akuisisi di tahun 2007. Sementara modal Rp 9,5 triliun. (Lila Intana/EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)