IFC Investasi kan US$ 400-600 Juta Untuk Listrik dan Kopi Indonesia

International Finance Corporation (IFC), anggota kelompok Bank Dunia, berencana menambah investasinya di Indonesia senilai US$ 400 juta dolar AS - 600 juta hingga Juni 2013.

Investasi tersebut akan dialokasikan untuk mendanai proyek infrastruktur yang berkaitan dengan energi listrik di perusahaan swasta.

"IFC telah membukukan investasi mencapai hampir US$ 300 juta di delapan proyek, mengeluarkan dana sebesar US$ 7 juta untuk proyek pendampingan teknis di Indonesia pada tahun buku 2012, pada 2013 IFC berencana menambah investasi US$ 400 juta 600 juta," ujar Country Manager IFC untuk Indonesia, Sarvesh Suri, di Jakarta, Selasa (9/10).

Selain untuk infrastruktur energi listrik, IFC juga berjanji akan membantu perkembangan petani di Indonesia. Salah satunya dengan memberikan pelatihan kepada para petani terutama petani kopi agar dapat bersaing dengan perusahaan kopi internasional.

Sebagai catatan, pada Juni 2012 IFC mengambil alih 11% saham PT Medco Power Indonesia. Tujuan dari pembelian saham ini guna menyediakan energi listrik ramah lingkungan yang diperoleh dari gas alam dan tenaga hidro untuk dua juta keluarga di Indonesia.

IFC juga meningkatkan kepemilikan saham di PT Bank Hana untuk pertumbuhan UKM dan mengkonversikan dana investasi sebesar US$ 15 juta dolar AS di BTPN dan memiliki saham sebesar 3%.

Selain itu, IFC melakukan investasi di bidang UKM dengan nilai investasi mencapai US$ 25 juta dalam bentuk "private equity" yang dikelola oleh Falcon House Capitak Management Ltd yang ditujukan bagi proyek di Indonesia guna mendukung perusahaan Indonesia berukuran menengah.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)