Indonesia Kembali Raih L’Oréal-UNESCO For Women In Science Award 2012

Sebagai perusahaan yang berakar pada sains, L’Oréal memiliki kepedulian tinggi terhadap perkembangan dunia sains, khususnya terkait dengan keterlibatan perempuan di dalamnya. Untuk itu, sejak tahun 1998 L’Oréal secara global menyelenggarakan program L’Oréal-UNESCO For Women In Science (FWIS) yang ditujukan untuk menganugerahi perempuan peneliti atas dedikasi dan komitmen mereka dalam mengembangkan dunia sains.

Program FWIS difokuskan pada 3 program utama, yaitu L’Oréal-UNESCO Awards untuk 5 perempuan peneliti (Laureate) dari 5 benua; L’Oréal-UNESCO Fellows International untuk 15 perempuan peneliti internasional; dan L’Oréal Indonesia National Fellowship For Women In Science untuk 5 orang perempuan peneliti di Indonesia,” jelas Melanie Kridaman, Head of Communication PT Loreal Indonesia.

Di Indonesia, FWIS diselenggarakan oleh L’Oréal sejak tahun 2004 bekerja sama dengan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (KNIU). Hingga kini, FWIS telah menganugerahi 25 perempuan peneliti muda Indonesia dengan bantuan dana penelitian sebesar masing-masing Rp 70 juta. Penelitian mereka dinilai memberikan kontribusi besar bagi kemajuan sains dan perekenomian Indonesia.

Empat diantara peneliti ini berhasil mendapatkan pengakuan di tingkat FWIS internasional. Mereka adalah Dr. Ines Atmosukarto (Fellows FWIS Internasional 2004); Dr. Fenny Martha Dwivany (Fellows FWIS Internasional 2007); Made Tri Aria Penia Kresnowati, PhD (Fellows FWIS Internasional 2008); Sidrotun Naim, S.Si, M.Mart.ST, PhD (Fellows Internasional FWIS 2012).

Tahun ini, L’Oréal dan UNESCO kembali menganugerahi penghargaan L’Oréal-UNESCO For Women In Science ini kepada 15 perempuan peneliti dunia di Paris pada tanggal 29 Maret 2012. Mewakili Asia Pasifik, Indonesia berhasil meraih pengakuan prestisius ini melalui sosok Sidrotun Naim, seorang perempuan peneliti muda yang menyelesaikan studi doktoralnya di Universitas Arizona dan akan menempuh studi post doctoralnya di Departement of Microbiology and Molecular Genetics, Harvard Medical School, Boston, USA. Penelitiannya mengenai IMNV, yaitu virus yang mampu melumpuhkan 70% populasi udang di Indonesia dinilai memberikan kontribusi besar bagi dunia sains dan berpotensi meningkatkan perekonomian Indonesia.

Meski penelitiannya berbeda-beda, Naim dan 14 penerima Loreal UNESCO For Women Science International lainnya memiliki tujuan yang sama dalam menekuni bidang sains. Yaitu untuk memahami sains dengan lebih baik. Sains yang memiliki dampak signifikan bagi dunia. Penelitian Naim yang befokus pada budidaya udang dan aquaculture memiliki makna penting bagi pereknomian Indonesia, karena mampu meningkatkan sumber daya alam,” jelas Melanie.

Prof Arief Rahman M.Pd, Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, mengatakan, pihanya berharap Naim dapat menginspirasi dan memotivasi wanita Indonesia lainnya dalam berkarier di bidang sains. Alhasil, mereka dapat mengalami sendiri bahwa melalui sains perempuan dapat membuat perbedaan bagi dunia yang lebih baik lantaran dunia butuh sains dan sains perlu perempuan.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)