Indorama Tambah Kapasitas Produksi 10 Ribu Ton

Pasar tekstil lokal tengah lesu. Itulah kenapa PT Indorama Synthetics Tbk terus menggenjot ekspor lebih besar lagi. Kontribusi ekspor mencapai 67% dari total penjualan. Rata-rata ekspor tumbuh 5-6% per tahun. “Itulah kenapa kami menambah kapasitas produksi 10 ribu ton. Permintaan global terus naik. Kami terus re-investing untuk memenuhi. Itu kuncinya,” kata V S Baldwa, Presiden Direktur PT Indorama Synthetics Tbk.

Sejak didirikan tahun 1975 silam, Indorama tak fokus pada satu-dua negara tujuan ekspor saja. Tetapi, selalu membuka pasar baru dengan persentase untuk semua negara tidak jauh berbeda jauh. Diakui Baldwa, itu adalah strategi yang mirip dengan strategi investasi, yakni tidak meletakkan seluruh telur dalam satu keranjang. Harapannya, kinerja perseroan tidak terganggu saat salah satu negara tujuan ekspor mengalami guncangan ekonomi.

“Saat ini, Indorama telah memiliki 2.000 pelanggan yang tersebar di 90 negara. Negara tujuan ekspor antara lain, Eropa, Amerika Serikat, Amerika Latin, Afrika, dan Asia yang merupakan pasar terbesar, yakni 66% dari total ekspor,” katanya.

V S Baldwa, Presiden Direktur PT Indorama Synthetics Tbk V S Baldwa, Presiden Direktur PT Indorama Synthetics Tbk

Menurut dia, pasar Asia adalah masa depan dengan banyaknya jumlah penduduk. Itu artinya, pasar di benua ini paling prospektif di masa kini dan masa depan. Ada strategi jitu untuk menguasai pasar ini. Perseroan akan masuk dan menggara pasar y ang belum pernah dibuka sebelumnya, sehingga mereka akan menjadi pemimpin pasar di sana. Contohnya, Indorama adalah penguasa pasar di Pakistan, Kolombia, dan Polandia karena masuk pertama kali sebagai eksportir polyester di tiga negara tersebut.

Menyadari kekuatannya sebagai produsen polyester ternama, perseroan menggelontorkan investasi cukup besar untuk membangun divisi R&D. Tujuannya, agar mereka selalu terdepan dalam mengembangkan produk-produk baru berbasis teknologi mutakhir. Buktinya, saat ini Indorama berhasil memproduksi cotton yarn yang bebas kontaminasi.

Indorama adalah produsen benang polyester, cotton yarn, packaging, fiber, fabrics. Mereka adalah pemasok bahan baku untuk industri tekstil dan kemasan di Indonesia dan juga dunia. Tahun 2014 lalu, nilai ekspornya mencapai US$ 485 juta. Pada tahun ini, perseroan menargetkan produksi mencapai 270 ribu ton untuk benang polyester, polyester serat dan benang pintal.

Saat ini, tantangan terbesar mereka adalah regulasi baru soal Trans Pacific Partnership. Sudah ada 12 negara yang bergabung. Di wilayah Asia Tenggara, Vietnam telah bergabung dan mendapat banyak keuntungan, yakni akses pasar Amerika dan Jepang tanpa duty dan tanpa kuota.

Hingga kuartal III-2015, penjualan Indorama tercatat US$ 481,3 juta, turun 11,6% ketimbang penjualan periode yang sama tahun lalu yang sebesar US$ 537,25 juta. Selain karena kalah bersaing dengan produk impor, penurunan penjualan Indorama juga terpicu turunnya harga bahan baku yang mengikuti penurunan harga minyak mentah dunia. (Reportase: Arie Liliyah)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)