Investasi Properti Diprediksikan Naik 20% Semester II 2012

Perusahaan konsultan properti dunia, Cushman & Wakefield, meramalkan aktivitas investasi properti akan meningkat di semester kedua tahun ini. Dalam hasil riset yang bertajuk “International Invesment Atlas 2012”, investasi properti akan naik sebesar 20%, didorong oleh meningkatnya kepercayaan, permintaan sewa dan terpenuhinya minat investasi.

Glenn Rufrano, Global President & CEO of Cushman & Wakefield mengatakan, potensi pertumbuhan dan perubahan permintaan ruang kantor dari penghuni gedung merupakan area yang dinamis di pasar, dimana para penyewa akan mencari ruangan yang dapat memenuhi kebutuhan tujuan bisnisnya daripada sekedar hanya untuk menyediakan ruang kerja bagi karyawannya

Kami menyaksikan peningkatan toleransi risiko di pasar sekuritas dan properti. Dengan menguatnya perekonomian, khususnya di pasar perbankan dan obligasi internasional, kecenderungan untuk lebih berani mengambil risiko akan meningkat di semester kedua tahun ini,” Glenn menjelaskan.

Tahun lalu Asia mengalami kenaikan 42% di investasi industri dan 26% kenaikan investasi di sektor ritel, dan tidak ada perubahan yang berarti di perkantoran dan perhotelan. Kecenderungan ini akan terus berlanjut di 2012 dengan fokus di Jepang, Hong Kong dan Singapura untuk sektor industri, terutama bidang logistik. Di sektor ritel, Cushman & Wakefield memprediksi akan adanya minat yang berkelanjutan di seluruh negara Cina dan kota-kota pintu gerbang lainnya seperti Singapura dan Hongkong tetapi pertumbuhan kapital juga akan terjadi di Seoul dengan munculnya pusat-pusat perbelanjaan modern yang sangat kurang pasokannya selama ini.

Glenn berharapa, enam bulan pertama pada 2012 akan terus mengikuti tren tahun lalu yang kembali ke produk inti di pasar area pintu gerbang, maka mulai pertengahan tahun dan selanjutnya pihanya mengantisipasi peningkatan aktifitas di pasar yang sedang berkembang. Kondisi pasar lokal yang kuat, kesempatan-kesempatan yang baik dan sentimen investor yang positif akan terlihat di India dengan meningkatnya investor asing di sektor residensial dan perkantoran di Bangalore dan daerah metropilitan di Delhi,” ungkap John Stinson, Kepala Capital Markets, Asia Pacific, Cushman & Wakefield

Di Cina, komunitas investor global saat ini melihat potensi pasar didalam pasar, dimana kota-kota kunci seperti Shanghai dan Beijing memiliki eksposure tinggi di area perkantoran. Dan dengan adanya tingkat perputaran transaksi yang tinggi, hal ini merupakan dasar fundamental untuk investasi di sektor pusat perbelanjaan tingkat menengah dan atas di kota tingkat 1 dan tingkat 2 yang kuat seperti Chengdu.

Sementara itu, Handa Sulaiman, Executive Director Investment Cushman & Wakefield Indonesia menjelaskan, fokus terhadap investasi di Indonesia makin tinggi. Mulai dalam bentuk ekspansi atau investasi baru dari investor asing maupun domestik. “Kami mempredikasi bahwa perkantoran, hotel dan industri merupakan 3 sektor properti utama yang akan terus berkembang di tahun 2012. Pertumbuhan ekonomi yang kuat juga mendorong tingkat permintaan yang sehat untuk apartemen sewa maupun jual. Tren ini yang menyebabkan kenaikan harga tanah yang substansial di Jakarta dan daerah residensial favorit di kota-kota besar.” katanya. (Ario Fajar/EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)