EMTEK Grup Suntik Dana Segar ke bukalapak.com

1 (dari kiri ke kanan): Sutanto Hartono sebagai CEO PT Elang Mahkota Teknologi (EMTEK Group), Adi Sariaatmadja sebagai CEO PT Kreatif Media Karya (KMK Online), Achmad Zaky sebagai Founder & CEO bukalapak.com

Perkembangan e-commerce di Indonesia dalam waktu tiga tahun terakhir sangat pesat. Saat ini kebanyakan masyarakat Indonesia sudah berani memulai berjualan atau membeli lewat internet. Bagi para pemula, berbisnis melalui internet tentunya akan membuka pasar yang lebih luas bila dibandingkan membuat toko, yang membutuhkan modal besar.

Bukalapak.com merupakan salah satu platform yang menjembatani antara pembeli dan penjual. Berbeda dengan yang lain, Bukalapak.com lebih berfokus pada usaha kecil menengah atau yang biasa disebut dengan UKM, karena menurut mereka pelaku UKM di Indonesia cukup tinggi, yaitu 90%. Saat ini Bukalapk.com memiliki 160.000 pelapak yang telah bergabung. Online marketplace ini pun memiliki pertumbuhan perjualan yang cukup tinggi, yaitu 20% pertahun.

Melihat perkembangan ini, PT Elang Mahkota Teknologi (EMTEK) Grup pun memutuskan untuk berinvestasi dengan membuka bukalapak.com. Sutanto Hartanto,CEO EMTEK mengungkapkan bahwa kerj asama ini dilandasi dengan kesamaan visi dan misi mereka sebagai perusahaan nasional.

Sebelumnya PT Kreatif Media Karya atau KMK Online sebagai anak perusahaan dari EMTEK Grup, memiliki saham di bukalapak.com. Masuknya investasi ini, diharapkan mampu mengembangkan  bukalapak.com sebagai e-commerce lokal yang mayoritas sahamnya dimiliki pengusaha lokal.

“Investasi ini akan berbentuk fresh cash money ke bukalapak, namun berapa nilai investasi tidak bisa kami buka. Kami juga tidak berencana untuk mengubah manajemen atau masuk secara aktif. Kami hanya akan berperan dalam meningkatkan marketing baik secara online maupun offline” jelas Sutanto.

Ke depannya, bukalapak.com ingin menarik lebih banyak pedagang UKM atau pelapak dengan cara melakukan berbagai kegiatan seperti promosi ke kota-kota yang ada di Indonesia.

“Pegiat UKM sangat banyak, namun yang bergabung dengan kami kebanyakan berpusat di kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan sekitarnya. Padahal di kota-kota dan pedalaman lebih banyak. Mereka juga tidak memiliki sistem kerja yang jelas dengan kurangnya pendidikan serta gaji yang minim. Kami ingin melakukan promosi dengan memperlihatkan pelapak yang sukses agar mereka mau bekerja sama dengan bukalapak,com, sehingga mereka mampu untuk meningkatkan penjualan serta kehidupan mereka,” jelas Achmad Zaky , CEO bukalapak.com.

Cara ini diharapkan mampu menambah pelapak baru yang akan membuka penjualan di bukalapak.com. Menurut Zacky, saat ini mereka tidak memungut biaya dari para pelapak atau memberikan tambahan biaya pada penjualan. Keuntungan bagi bukalapak.com berasal hanya dari iklan, karena mereka ingin berfokus untuk mengembangkan bukalapak.com sebagai e-commerce terbesar di Indonesia. Zaky juga mengakui bahwa traffic bukalapak.com cukup tinggi yaitu 10 juta perbulan, sehingga bukalapak.com bisa dikatakan cukup ramai pembeli.

Selain itu, penjualan bukalapak.com pada tahun 2014 pun bisa dikatakan cukup tinggi dengan perkiraan nilai transaksi1 trilyun pertahun. Kedepannya, yaitu tahun 2015 diharapkan mampu naik 8 kali lipat dari nilai tahun lalu, terutama setelah masuknya investasi dari EMTEK Grup. (EVA)

 

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)