IRSA 2014 Kembali digelar Untuk Kedua Kalinya

Setelah sukses pada 2013, penghargaan  Indonesia Safety Award (IRSA) kembali digelar tahun 2014. Penghargaan ini merupakan sebuah wujud komitmen, kontribusi dan kepedulian nyata PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance). Hal tersebut disampaikan oleh Indra Baruna, Direktur Utama Adira Insurance pada acara penganugerahan IRSA 2014 di Jakarta (26/11).

img_8044

Indra memaparkan, IRSA 2014 menggunakan metode partisipatif dan rekomendasi untuk para finalisnya. "Untuk IRSA 2014 ada 37 kota dan kabupaten yang merupakan partisipatif dan 18 kota dan kabupaten yang merupakan hasil rekomendasi. Jadi total keseluruhannya ada 55 finalis kota dan kabupaten di Indonesia," kata Indra.

"Kami berharap dengan diadakannya penghargaam IRSA dapat menjadi pemacu semangat pemerintah daerah untuk memperlihatkan keseriusanya dalam menerapkan tata kelola keselamatan di jalan raya. Kami percaya sinergi kepedulian dua arah antara pemerintah dan masyarakat akan turut berkontribusi dalam meningkatkan tingkat kecelakaan di jalan raya," papar Indra.

Seperti halnya pada tahun pertama, penilaian terhadap kota atau kabupaten terbaik dalam road safety management tetap berdasarkan 5 pilar road safety yang diterapkan oleh WHO. "Lima pilar tersebut adalah manajemen keselamatan, jalan yang berkeselamatan, kendaraan yang berkeselamatan, prilaku pengguna jalan yang berkeselamatan, dan penanganan pra dan pasca kecelakaan. Selain itu katagori dibagi menjadi tiga, yaitu kota sedang, kota besar, dan kota metropolitan," ujar Indra.

Pada kesempatan yang sama, Condro Kirono, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, yang juga hadir pada acara tersebut mengatakan bahwa dengan bertambahnya jumlah kendaraan bermotor setiap tahunnya menjadi sebuah tantangan untuk terciptanya road safety. "Memang setiap tahun produsen kendaraan itu terus memproduksi dan masyarakat semakin banyak yang terus membeli. hal ini jadi sebuah tantangan bagi kita semua untuk road safety ini. Bertambahnya kendaraan merupakan salah satu pemicu kecelakaan, karena kondisi jalan semakin padat," imbuhnya.

"Kami selalu berusaha mengedukasi masyarakat demi terciptanya road safety. Diharapkan kedepannya akan ada sebuah sistem yang terintegrasi untuk menangani masalah penanggulngan bencana. Seperti halnya di Amerika ada 911, jadi hanya perlu satu nomer saja bagi masyarakat untuk keadaan darurat. Oleh karena itu pihak dari pemerintah bisa memfasilitasi hal tersebut agar memudahkan masyarakat dalam menanggulangi kecelakaan atau mencari bantuan," tutup Condro. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)