Jakarta Tuan Rumah Pameran Internasional Bahan Baku Farmasi

Lebih dari 200 perusahaan dari Indonesia, Cina, Eropa, Amerika Serikat, Korea, India, Jepang dan masih banyak lagi dari negara lainnya akan tampil dalam Pameran Niaga Bahan Baku Farmasi (Convention on Pharmaceutical Ingredients/CPhl) 2012. Ajang pameran internasional tahunan ini hadir dalam tiga hari, 10-12 Mei di Hall D2 Jakarta International Expo.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk menghadirkan para pemasok industri farmasi dari seluruh dunia untuk bertemu dengan para pengambil keputusan dan profesional farmasi di Indonesia dan seluruh kawasan Asia Tenggara.

Indonesia sendiri masih mengimpor 96% bahan baku farmasinya, terutama dari India, Cina dan Eropa. Padahal obat merupakan salah satu komponen yang tidak tergantikan dalam pelayanan kesehatan.  Akibat dari ketergantungan bahan baku impor itu, maka beberapa masalah kerap terjadi. Mulai dari kualitas bahan baku yang tidak terjamin, harga yang tidak stabil hingga kekosongan obat.

Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Linda Sitanggang, mengatakan, ketersediaan obat dalam negeri cukup untuk 18 bulan ke depan. “Pemerintah menyadari kesulitan mendasar industri farmasi adalah bahan baku yang masih tergantung impor,” ujar Linda saat Konferensi Pers CPhl 2012, Jumat (4/5).

Menurut Linda selain mendorong industri bahan baku farmasi lokal, pemerintah juga berupaya menjamin kesinambungan penyediaan bahan baku melalui pembentukan jejaring kerja dengan produsen yang ada di luar negeri. “Melalui pameran ini diharapkan akan terbentuk jejaring antara pengusaha farmasi lokal dengan produsen bahan baku yang ada di seluruh dunia,” tambah Linda.

Mengapa Indonesia dipilih menjadi tuan rumah event besar farmasi ini? Sejak pertama CPhl diadakan di Eropa tahun 1990, para pelaku industri farmasi berkeliling mengunjungi acara-acara CPhl di seluruh dunia. Tahun 2012 menjadi tahun yang istimewa karena lahirnya program CPhl Southeast Asia.

M. Gandhi, Managing Director ASEAN Business UBM Asia, penyelenggar CPhl, mengatakan, di antara negara ASEAN, Indonesia adalah lokasi ideal untuk memperkenalkan event CPhI terbaru. “Indonesia merupakan contoh pasar farmasi yang berkembang pesat. Kami menyadari bahwa masih banyak tantangan bagi industri untuk mendapatkan pasokan bahan baku yang berkualitas, layak dan berkesinambungan. Karena itu kami merasa yakin bahwa waktunya sangat tepat sekarang ini untuk membawa edisi baru CPhI ke sini, agar para profesional industri dapat melakukan sourcing lebih dekat lagi ,” ujar M Gandhi. (Lila Intana/EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)