Kejar Penjualan Naik 15%, Charoen Agresif Ekspansi

Hasil rapat umum pemegang saham tahunan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN), produsen pakan ternak dan ayam olahan terkemuka, menyepakati pembagian dividen tunai sebesar Rp 688,7 miliar atau Rp 42 per saham. “Nilai tersebut sekitar 28,7% dari laba bersih Charoen pada tahun buku 2011 sebesar Rp 2,4 triliun,” ujar Ong Mei Sian, Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk.

Tahun 2011 Charoen membukukan penjualan Rp 17,95 triliun atau naik 19% dibandingkan tahun 2010 sebesar Rp 15,07 triliun. Kontribusi penjualan berasal dari penjualan pakan ternak sebesar Rp 13,82 triliun (76,97%); penjualan anak ayam usia sehari atau Day Old Chick (DOC) sebesar Rp 2,40 triliun (13,3%); ayam olahan sebesar Rp 1,57 triliun (8,79%) dan sisanya diperoleh dari penjualan lain-lain Rp 151,91 miliar. “Untuk penjualan tahun 2012 kami targetkan naik 15%,” tegas Ong.

Menurut Ong, tahun ini Charoen juga mengalokasikan laba bersih untuk belanja modal (capital expenditure/Capex) sebesar Rp 1,5 triliun. Jumlah itu sama dengan anggaran tahun sebelumnya Rp 1,5 triliun untuk pembangunan pabrik pengolahan ayam, pembiakan anak ayam, dan lainnya. “Awalnya kami perkirakan Rp 2,5 triliun sampai dengan tahun 2013,” ujarnya. Namun, seiring berjalannya waktu ada beberapa tambahan investasi.

Yang jelas, lanjut Ong, sumber pendanaan capex, berasal dari dana kas internal, pinjaman dari sejumlah perbankan tahun lalu. “Dana capex tahun ini ada dari kas internal dan juga pinjaman. Tahun 2011 kami sudah dapat pinjaman sindikasi senilai US$ 250 juta, dan yang outstanding sekitar US$ 100 juta. Tahun lalu kami sudah kami pakai untuk refinancing dan tambahan modal kerja tahun lalu,” dia menguraikan lagi.

Meski pencapaian kinerja tahun 2011 sudah ciamik, Charoen tetap agresif di tahun-tahun mendatang. Ke depan, Charoen hendak meningkatkan kapasitas produksi pakan ternaknya hingga 40%, dari 2,5 juta ton pada tahuh 2011 menjadi 3,5 juta ton untuk tahun 2012. Dana investasi yang disiapkan untuk peningkatan kapasitas produksi mencapai Rp 1,4 triliun.

Peningkatan kapasitas produksi dilakukan untuk meningkatkan pangsa pasar Charoen yang saat ini sudah merajai di industrinya. Produsen terbesar DOC dan makanan olahan ayam merek FIESTA itu mengklaim, market share lini bisnis pakan ternak sebesar 40%; DOC sebesar 35%, dan produk olahan ayam 70%. Produksi DOC rata-rata 11 juta ekor per minggu dan akan dikatrol 20% tahun ini.

Di luar pakan ternak dan DOC, lini ketiga adalah pembangunan lokasi peternakan pembibitan ayam (breeding farm) sebanyak 20 - 30 unit tahun 2012. Lokasinya tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Penekanan breeding farm di luar Jawa, dengan pertimbangan potensi ekonomi saat ini berkembang di luar Jawa.

Selain itu, Charoen juga akan membangun pabrik pengolahan ayam baru di Bandung dan Medan pada kuartal III 2012. Investasi pabriknya disesuaikan dengan besarnya kapasitas. Contoh, untuk kapasitas pabrik penuh, biayanya bisa mencapai US$ 20 juta. Sumber pendanaannya dari laba perusahaan dan cadangan tahun 2011.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)