Kolaborasi SGU-IBPA Mencetak Pakar Finansial Baru

Ingin mencetak pakar-pakar finansial, Swiss German University (SGU), sekolah internasional pertama di Indonesia, menggandeng Indonesia Bonds Pricing Agency (IBPA) dalam sebuah kerja sama edukasi, riset dan pertukaran data.

Kolaborasi SGU-IBPA ini dituangkan ke dalam memorandum of understanding (MoU) yang ditandatangani di Tangerang, Selasa (12/6). IBPA sebagai lembaga penilai surat utang Indonesia yang merupakan anak usaha Bursa Efek Indonesia (BEI), akan terlibat aktif dalam sesi perkuliahan SGU.

Mahasiswa juga dilibatkan dalam kegiatan riset, workshop dan seminar yang diadakan IBPA. Selain itu, kami juga akan memfasilitasi mahasiswa yang membutuhkan data-data finansial terkini. Kami berharap kerja sama ini dapat menolong mahasiswa untuk lebih mengetahui lagi tentang capital market dan fix income market. Saya percaya dengan kerja sama ini akan melahirkan bakat-bakat muda di bidang finansial dan ke depannya mereka mampu menjadi ahli di bidangnya,” ujar Presiden Direktur IBPA, Ignatius Girendroheru.

Sementara itu, Rektor SGU, Prof. Dr. Phil Marthin Loeffelholz, menjelaskan kemitraan ini ditujukan untuk mempersiapkan lulusan yang siap praktek di pasar. Mata kuliah dari IBPA menjadi mata kuliah wajib di Fakultas Business Administration and Humanities SGU. Namun begitu, mata kuliah tersebut terbuka bagi mahasiswa fakultas lain.

SGU merupakan universitas internasional pertama di Indonesia, berlokasi di Serpong, Tangerang, Banten. Dibentuk oleh Prof. Dr. Peter Pscheid dari Jerman pada tahun 2000 karena keprihatinannya terhadap kondisi pasca krisis ekonomi. Kala itu banyak mahasiswa yang bersekolah di luar negeri, ditarik kembali oleh orang tua mereka. Keprihatinan itu berubah menjadi ide membentuk sekolah internasional di Indonesia. Kemudian Peter Pscheid menggendeng Yayasan Swiss Jerman University-Asia untuk wilayah ASEAN dan mendirikan SGU.

SGU menggabungkan teoritis maupun pelatihan praktis (magang). Program dan gelar yang diakui secara internasional (gelar ganda). Mahasiswa juga mendapat sertifikasi internasional sehingga menjamin siswa untuk memulai karier masa depan mereka,” ujar Peggy S. Odang, Head of Public Relations.

Saat ini SGU memiliki total 1400 mahasiswa S1 dan S2, 400 di antaranya sedang magang wajib di Jerman. “Kebanyakan dari mereka banyak yang kemudian menetap sebagai pekerja di Jerman. Itu membuktikan tenaga kerja Indonesia sangat dihargai. Bahkan banyak perusahaan yang rela menunggu sampai mahasiswa kami lulus, kemudian mahasiswa itu ditarik untuk bekerja di sana. Padahal tahun ini ada 30.000 pekerja yang terkena PHK di Jerman terkait kondisi krisis Eropa” jelasnya dengan nada bangga. (Lila Intana/EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)