Komit Bisnis di Indonesia, Rakuten Resmikan Kantor Baru

Menegaskan komitmennya dalam berbisnis di Indonesia, perusahaan yang bermain di bisnis e-commerce Rakuten Belanja Online (RBO) baru saja meresmikan kantor barunya. Perusahaan asal Jepang tersebut kini berkantor di Tower 88 (A) Kota Kasablanka, Jakarta. Peresmian kantor itu dilakukan Jumat (13/9/2013) kemarin.

rakuten

“Hari ini (Jumat) adalah momen besar. Ini merupakan salah satu tonggak sejarah paling penting dalam sejarah ekspansi tahun fiskal 2013,” terang Ryota Inaba, Presiden Direktur dan CEO Rakuten Belanja Online, di sela-sela acara peresmian.

Disebutkan dia, sejak tanggal 1 September lalu, RBO telah menjadi anak perusahaan Rakuten Inc. sepenuhnya. “Kami telah merampungkan buyback saham dari MNC Grup. Kami pun tetap mempunyai hubungan baik dengan mereka,” tegas Ryota.

Bisnis RBO sendiri telah berjalan dengan sangat baik. Ia menyebutkan, di kuartal I 2013, pesanan RBO tumbuh lebih dari 257 persen dari periode yang sama tahun 2012. Hasil yang positif juga dicatatkan oleh tingkat kunjungan dan pesanan dari perangkat mobile yang tumbuh lebih dari 180 persen dan 438 persen.

“Karena hasil yang luar biasa inilah, RBO menjadi salah satu anak perusahaan Rakuten yang tumbuh paling cepat di dunia. Inilah yang membuat kami dengan dukungan para merchant, mengakusisi seluruh saham RBO dan memperluas rencana kami di Indonesia,” sambung dia.

Ekspansi bisnis di Indonesia dilakukan dengan strategi dan investasi. Ryota menjelaskan, “Rakuten berupaya untuk mempertegas komitmen di pasar ini. Itu kenapa kami memutuskan investasi dalam tiga hal. Pertama, investasi di lingkungan (environment), seperti kantor baru ini. Kedua, investasi dalam hal sumber daya manusia. Ketiga, investasi di sistem.”

Dengan adanya kantor baru ini, RBO bisa menjadi lebih dekat dengan para merchant, yang kini berjumlah lebih dari 500, dan pelanggannya. “Kami memutuskan pindah ke kantor baru ini karena kami berekspansi sehingga membutuhkan ruang yang luas. Dan, kami membutuhkan sebuah lingkungan kantor dengan standar Rakuten.”

“Rakuten itu bukan peritel. Tetapi kami membantu para peritel untuk melakukan e-commerce. Itu makanya kami perlu mengetahui apa yang terjadi di lingkungan peritel,” imbuh Ryota.

rakuten ryota

Ditegaskan dia, kantor RBO juga “terhubung” dengan kantor Rakuten lainnya di seluruh dunia, seperti dengan Los Angeles, Eropa, ataupun kantor pusat di Tokyo. Para kantor berhubungan lewat konferensi video.

Lalu, fasilitas apa lagi yang disediakan perusahaan di kantornya? Ia menjawab, “Beberapa perusahaan, seperti kantor pusat Rakuten, menawarkan sarapan, makan siang, dan makan malam yang gratis. Di sini, kami tidak bisa seperti itu. Tapi, setiap pagi, ketika saya pergi ke kantor, saya menemukan beberapa staf mengonsumsi mie instan. Mereka berkata kenapa tidak, itu gratis, dan ketika lapar mereka bisa memakannya. Kalau mereka mau memakan 10 cup mie, itu tidak apa-apa. Tapi, jangan bawa itu ke rumah. Itulah suasana kasual yang kami punyai.”

Setelah berinvestasi dalam hal lingkungan, Rakuten juga memandang penting sumber daya manusia (SDM). Dia menyebutkan, para pekerja di Rakuten tidak hanya bekerja keras. “Saya ingin menyatakan bahwa ‘we work hard, but we also play hard’,” ucapnya. Pihak manajemen berusaha mendekatkan diri dengan para karyawannya melalui acara-acara non-formal. Misalnya saja, mengadakan acara pesta ulang tahun setiap bulan, dan acara makan-makan di hari tertentu.

Karyawan RBO pun mendapatkan peluang untuk mengikuti pelatihan skala internasional. “Ada program GMP, ini program manajer tingkat global. Di mana, dalam beberapa minggu ke depan, sejumlah staf saya akan pergi ke Jepang untuk mendapatkan pelatihan yang diberikan kepada para manajer dalam skala global,” tutur Ryota.

Sementara terkait dengan investasi di sistem, karena Rakuten adalah perusahaan internet maka sistem yang canggih sangat diperlukan demi menunjang operasional. “Kami adalah perusahaan internet, karena itu kami memutuskan investasi uang dalam jumlah yang besar ke dalam sistem baru. Mungkin sudah pernah dengar Global E-Commerce Platform, ini telah diluncurkan di Malaysia dan Indonesia,” ungkap dia. Dengan adanya sistem ini, trafik pun meningkat signifikan.

“Jadi, Rakuten memutuskan untuk investasi banyak kapital ke fasilitas ini, ke sumber daya manusia, dan sistem,” tandas Ryota. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)