Kupon Obligasi dan Sukuk Adhi Karya 9-10,5%

Perusahaan jasa konstruksi BUMN, PT Adhi Karya Tbk. (ADHI), menerbitkan obligasi seri A dan B, serta sukuk dengan jumlah total Rp 750 miliar. Obligasi dan sukuk dengan tingkat bunga mulai dari 9-10,5% ini nantinya akan dipergunakan untuk refinancing obligasi dan sukuk yang masih beredar di pasar.

Obligasi yang ditawarkan adalah Obligasi Berkelanjutan I ADHI Tahap I Rp 625 miliar. Obligasi ini memiliki dua seri, yaitu: Seri A Rp 375 miliar, jangka waktu lima tahun dengan tingkat bunga tetap 9%-10% per tahun. Seri B Rp 250 miliar, jangka waktu tujuh tahun dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,5%-10,5% per tahun. Sedangkan untuk instrumen sukuk, yang ditawarkan yakni Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I ADHI Tahap I dengan jumlah Rp 125 miliar, berjangka waktu lima tahun dengan imbal hasil 9%-10%.

Penggunaan Obligasi Seri A serta Sukuk Mudharabah Tahap I akan dipergunakan untuk refinancing obligasi dan sukuk yang masih beredar di pasar. “Tanggal jatuh tempo obligasi dan sukuk kami yang masih beredar di pasar yaitu 6 Juli 2012,” ujar Direktur Utama PT Adhi Karya, Kiswodarmawan, saat public expose di Jakarta, Kamis (7/6).

Untuk Obligasi Seri B sebesar Rp 250 miliar, nantinya akan digunakan untuk investasi. “Investasi kami Rp 120 miliar-nya untuk pengembangan proyek real estat di Cinere, Cibubur dan Sidoarjo, sisanya untuk pengembangan properti proyek Superblock di Pintu Tol Bekasi Timur,” jelasnya.

Penjamin pelaksana emisi obligasi dan sukuk adalah PT Danareksa Sekuritas dan PT OSK Nusadana Securities Indonesia. Masa penawaran awal 6-19 Juni 2012, tanggal pembayaran dari investor 2 Juli 2012 hingga akhirnya tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 4 Juli 2012.

Menurut Danareksa Sekuritas selaku penjamin emisi, minat masyarakat terhadap obligasi dan sukuk ini sangat positif. Apalagi lembaga pemeringkat PT Pefindo baru saja menaikkan peringkat ADHI dari A- menjadi A dengan outlook stabil. “Minat masyarakat selalu baik untuk obligasi dan sukuk yang ditawarkan Adhi Karya. Dengan prestasi kenaikan rating menjadi A, dimana itu merupakan rating tertinggi, saya pikir minat masyarakat akan bertambah lagi,” ujar Tulus Nababan, Director-Structure Products Investment Banking. (Lila Intana/EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)