Lewat Koperasi, BCA Tunjukkan Peduli UMKM

Sebagai wujud nyata bahwa Bank Central Asia peduli terhadap keberlangsungan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), bank swasta ini pun memberikan fasilitas pembiayaan kepada Koperasi Baitul Mal wal Tamwil-Usaha Gabungan Terpadu (BMT-UGT) Sidogiri, sebagai koperasi berbasis ekonomi Islam yang telah membantu banyak pengusaha kecil. Fasilitas pembiayaan itu diberikan melalui anak perusahaan BCA, yakni BCA Syariah.

Penandatanganan kerja sama kedua pihak dilaksanakan hari ini, Rabu (15/5/2013), di Kantor BCA, Jakarta. Pihak BMT-UGT diwakilkan oleh KH Mahmud Ali Zain, selaku Ketua BMT-UGT. Sedangkan dari BCA Syariah adalah Yana Rosiana, Direktur Utama BCA Syariah dan John Kosasih, Direktur BCA Syariah. Turut hadir pula, Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA, dan Suwignyo Budiman, Direktur BCA.

Penandatanganan kerja sama antara BCA Syariah dengan Koperasi Baitul Mal wal Tamwil-Usaha Gabungan Terpadu (BMT-UGT) Sidogiri

Dalam kesempatan itu, Jahja mengutarakan, “Perkembangan perbankan syariah tumbuh cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir." Artinya, minat masyarakat terhadap jenis perbankan ini semakin tinggi. Karena itu, BCA Syariah pun berusaha mengembangkan bisnisnya lebih luas lagi.

Salah satu caranya adalah dengan bekerja sama dengan Koperasi BMT-UGT Sidogiri. Koperasi ini dipilih sebagai perpanjangan tangan BCA Syariah dalam menyalurkan pembiayaan kepada UMKM, khususnya usaha mikro. “Koperasi adalah suatu bentuk ekonomi kerakyatan yang sejak dulu didukung oleh pemerintah," tambah Jahja.

Koperasi BMT-UGT dipandang sebagai mitra yang tepat bagi BCA Syariah yang bakal mengarah ke penyaluran pembiayaan buat usaha mikro. Karena koperasi ini telah menyalurkan pembiayaan kepada sekitar 80 ribu usaha mikro, yang tersebar di sepuluh provinsi. “Kebanyakan mereka di sektor perdagangan, yaitu pasar, dan industri rumah tangga,” terang Abd. Majid Umar, Manajer Utama Koperasi BMT-UGT Sidogiri.

Melalui kerja sama ini, Yana pun menyebutkan, BCA Syariah akan memberikan fasilitas pembiayaan berupa line facility PMK Musyarakah sebesar Rp 30 miliar. Pembiayaan ini akan disalurkan kepada anggota maupun calon anggota koperasi, juga sebagai tambahan modal pengembangan unit-unit usaha yang dijalankan koperasi dengan jangka waktu pembiayaan maksimal 36 bulan.

“Untuk itu, kami berharap kerja sama yang sudah terjalin saat ini bisa lebih dikembangkan lagi, dan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kedua belah pihak sehingga tercipta hubungan yang berkelanjutan di masa mendatang,” sebut Yana. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)