Listing BEI, Saham Toba Diborong Baring Equity

PT Toba Bara Sejahtra Tbk. (TBS) mencatatkan sahamnya pada Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebagai perusahaan induk yang membawahi tiga anak perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan batubara di Indonesia, listing ini merupakan momen bersejarah dalam perkembangan kegiatan bisnis prusahaan.

Menurut Direktur Utama TBS, Justarina Naiborhu, proses pencatatan saham di BEI merupakan salah satu langkah strategis untuk menjadi salah satu perusahaan pertambangan batubara terkemuka di Indonesia yang mengedepankan prinsip-prinsip good corporate governance dalam menjalankan kegiatan usahanya untuk memberikan hasil yang optimal bagi para investor dan stakeholders.

Dalam proses Initial Public Offering (IPO), TBS menjalankan proses bookbuilding pada tanggal 11 s.d. 18 Juni 2012, dan international roadshow ke Singapura, Hong Kong, serta Amerika Serikat. Melalui hasil bookbuilding dan Masa Penawaran Umum kepada investor retail domestik yang diselenggarakan pada tanggal 28 – 29 Juni dan 2 Juli 2012 lalu, terjadi oversubscribed sebanyak 13,5 kali atau 1.500%.

Baring Private Equity Asia Pte Ltd tercatat menjadi anchor investor yang menempatkan dananya sebesar US$5 miliar atau Rp 50 triliun," ujar Direktur Keuangan TOBA, Pandu Sjahrir menambahkan.

Perseroan yang akan memperdagangkan sahamnya dengan ticker bursa ‘TOBA’ ini melepas sebanyak 210.681.000 lembar saham atau 10,5% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Harga saham perseroan per lembarnya ditetapkan sebesar Rp1.900.

Dana hasil IPO sebesar Rp 400,29 miliar rencananya akan dipergunakan untuk: 26,1% bayar fasilitas pinjaman kepada BNP Paribas; (ii) 52,5% untuk membiayai belanja modal berkaitan dengan kegiatan pertambangan, infrastruktur, dan pengembangan fasilitas penunjang di area konsesi perusahaan dan anak usaha, serta 21,4% untuk membiayai akuisisi konsesi pertambangan dan/atau membiayai modal kerja dan/atau mendanai kegiatan eksplorasi pada area konsesi.

Setelah IPO, komposisi pemegang saham perseroan menjadi 73,8% PT Toba Sejahtra, 0,8% Bapak Davit Togar Pandjaitan, 6,2% PT Bara Makmur Abadi, 5,1% PT Sinergi Sukses Utama, 3,6% Bapak Roby Budi Prakoso, dan 10,5% masyarakat. 

Tahun 2011, laba bersih TBSn mencapai Rp 1,04 triliun, naik 100% bila dibandingkan dengan tahun 2010 yang mencapai Rp 518,76 miliar. Sedangkan untuk produksi pada tahun 2011 ABN menghasilkan 3,8 juta ton batubara, IM sebesar 1,4 juta ton batubara, dan TMU yang kegiatan penambangan baru dimulai pada bulan Oktober 2011 menghasilkan 0,04 juta ton batubara. Secara keseluruhan total produksi Perseroan ditahun 2011 mencapai 5,22 juta ton, naik 33% dari 3,92 juta ton tahun lalu.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)