Mazda Resmikan Showroom Baru di Tangerang

PT Mazda Motor Indonesia (MMI) kembali meresmikan pembukaan showroom Mazda yang ke 45 di Cikokol, Tanggerang (30/3). Showroom yang menggunakan standar global Mazda yang dilengkapi dengan layanan 3S (Sales, Service, dan Sparepart) ini juga merupakan dealer ke-13 Mazda yang dioperasikan oleh Nusantara Group. Keizo Okue, Presiden Direktur PT Mazda Indonesia, mengatakan, ini merupakan langkah yang tepat bagi Mazda dalam mengembangkan sayapnya ke Tangerang.

IMG_20150331_000704

"Hal ini didukung oleh fakta bahwa Tangerang adalah kota terbesar di Provinsi Banten yang terus berkembang pesat setiap tahunnya. Kota ini juga telah menjadi salah satu pusat industri manufaktur di Pulau Jawa yang memberikan pengaruh besar dalam pertumbuhan ekonomi sosial," lanjutnya.

Agung Dewanto, Operational Director PT Nusantara Batavia Motor, menargetkan penjualan di awal tahun 2015 ini adalah 40 unit per bulan. Ia juga berharap, dengan adanya 19 cabang Mazda di Jabodetabek, mereka dapat memberikan kontribusi sebesar 30% dari penjualan. "Saat ini kalau dilihat dari total penjualan kami kontribusinya adalah 30%," katanya.

Showroom ini berada di atas lahan seluas 3.545 meter persegi dengan luas bangunan 4.956 meter persegi yang terdiri dari tiga lantai dan dilengkapi dengan 14 work bays untuk melayani servis setiap harinya. Setelah itu, dealer ini juga memiliki dua fasilitas fast lane yang dapat mendukung proses layanan pemeliharaan kendaraan dan hanya memakan waktu lebih dari 60 menit, serta didukung juga oleh wash bay agar dapat tetap menjaga kondisi kebersihan kendaraan setelah pengerjaan selesai.

Sayangnya, pembangunan showroom baru ini tidak didukung oleh peningkatan penjualan yang signifikan dari Mazda. Hal ini dikarenakan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah pengaruh dari mata uang dollar yang bergerak fluktuatif. Dampaknya, pada tanggal 1 April Mazda akan menaikkan harga mobil sekitar 2%. Hal ini disampaikan oleh Astrid Arini Wijana, Senior Marketing Manager PT Mazda Motor Indonesia.

"Akan ada kenaikan 2% dari harga mobil Mazda karena kenaikan kurs  US$ terhadap Rupiah. Tetapi kami lihat saja pada 1 April ini. Dari segi predikasi kami melihat juga faktor kompetitor. Dari segi kenaikan, Mazda mengikuti kompetitor," ujar Astrid.

Strategi Mazda untuk mengatasi hal di atas adalah meningkatkan loyalitas konsumennya. Setelah itu, Mazda juga akan lebih memberikan pandangan kepada konsumen agar mereka memiliki nilai value yang bisa dibagikan. "Tentunya kepuasan pelanggan tidak lepas dari segi pembangunan SDM," jelas Astrid.

Sebagai informasi, penjualan Mazda secara nasional jika dilihat di Jabodetabek sekitar 60-65%, dengan kategori yang sangat diminati saat ini yaitu Mazda 2 yang kontribusi penjualannya sekitar 35%. Lalu, pabrikan mobil asal Jepang ini masih memiliki tiga konstruksi lagi untuk dealer dan direncanakan akan rampung pada tahun depan. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)