MNC Insurance Targetkan Premi Rp 75 miliar

Direksi dan komisaris MNC Insurance pada konferensi pers peluncuran MNC Insurance pada Kamis (5/7) di MNC Tower Jakarta, menargetkan pendapatan premi sebesar Rp 75 miliar dan menjadi agen distribusi asuransi terbesar di Indonesia dalam lima tahun ke depan.

PT Bhakti Capital Indonesia Tbk. (BCAP), anak usaha PT Bhakti Investama Tbk. (BHIT), merilis unit usaha barunya di bidang asuransi kerugian, yakni PT MNC Asuransi Indonesia (MNC Insurance) setelah mengakuisisi PT Jamindo General Insurance pada 20 Desember 2011. MNC Insurance ditargetkan dapat meraih pendapatan premi sebesar Rp 75 miliar pada 2012 ini.

Target pendapatan tersebut dinyatakan oleh Purnadi Harjono, Komisaris Utama MNC Insurance yang juga menjabat Direktur di Bhakti Capital, pada acara konferensi pers peluncuran MNC Insurance di MNC Tower, Kamis (5/7). Sebagai informasi, setelah resmi diakuisisi pada Desember 2011, nama Jamindo Global Insurance diganti menjadi MNC Asuransi Indonesia pada 6 Januari 2012 dan peresmian operasi ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Keuangan 2 Maret 2012.

Peluncuran MNC Insurance ini menambah unit usaha Bhakti Investama di bidang keuangan, melalui Bhakti Capital Indonesia, selain beberapa unit usaha yang sebelumnya ada, yaitu MNC Finance, MNC Securities, MNC Asset Management, dan MNC Life. “Akuisisi ini, selain melengkapi pelayanan keuangan di Bhakti Capital, juga memberikan sinergi yang positif terhadap grup secara keseluruhan,” kata Purnadi menambahkan.

Purnadi mengungkapkan, pada tahun pertama operasinya, MNC Insurance, yang 99,9% sahamnya dimiliki oleh Bhakti Capital Indonesia dan sisanya oleh koperasi karyawan Bhakti Investama, fokus untuk mempersiapkan perusahaan seperti sistem teknologi informasi (TI), operasional, sumber daya manusia (SDM), strategi pemasaran, dan lainnya.

Selain itu, dalam 5 tahun ke depan,  MNC Insurance ingin menjadi agen distribusi asuransi nasional. “Tahun 2013, setelah infratstruktur terbentuk, target premi ditargetkan tumbuh 79% menjadi  Rp 134 miliar, lalu pada 2014 menjadi Rp 225 miliar, tahun 2015 menjadi Rp 350 miliar, dan  tahun 2016 menjadi Rp 500 miliar,” rinci Purnadi mengenai targetnya.

Victor Sandjaja, Direktur Utama MNC Insurance, menambahkan bahwa target pendapatan premi sebesar Rp 75 miliar pada tahun pertama operasinya itu berasal dari captive market MNC Insurance, yaitu dari perusahaan- perusahaan dalam Grup Bhakti Investama.

Pendapatan premi bruto pada I tahun 2012 ini mencapai Rp 25 miliar. “Tumbuh 260% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang masih dipegang Jamindo,” tambahnya. Sementara itu, laba usaha pada triwulan I tahun 2012 yang sebesar Rp 4,5 miliar, dengan laba bersih Rp 4,2 miliar dan nilai aset sebesar Rp 90,9 miliar.

Saat ini, MNC Insurance memiliki  dua kantor cabang, yaitu di Bandung dan Surabaya, sedangkan kantor pusat di MNC Tower Jakarta. Ketika ditanya mengenai rencana penambahan kantor cabang untuk memperkuat distribusi produk, Victor tidak menjawab secara rinci. Ia hanya menjawab rencana membuka cabang di beberapa wilayah, yaitu Jakarta, Bali, daerah Jawa Tengah, dan Sumatera.

Terkait dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 53/2012 di mana isinya mewajibkan perusahaan asuransi harus mencapai ekuitas (modal sendiri) minimal Rp 70 miliar, Purnadi Harjono berani memastikan bahwa September tahun ini kewajiban itu akan terpenuhi. Saat ini ekuitas MNC Insurance baru mencapai Rp 54,7 miliar. “Masalah equity, paling lambat September ini, kami sudah harus capai Rp 70 miliar,” tegasnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)