MRT Jakarta Lanjutkan Konstruksi Skala Besar Koridor Sudirman - Sisingamangaraja

PT MRT Jakarta semakin intensif dalam melangsungkan konstruksi skala besar proyek MRT Jakarta setelah sebelumnya dilakukan di titik Bundaran Hotel Indonesia (HI). Kali ini yang akan difokuskan adalah di sepanjang koridor Sudirman – Sisingamangaraja, yang merupakan kelanjutan dari titik Bundaran HI yang telah terlebih dahulu dimulai pada awal April silam, yakni pengecoran dinding untuk pembangunan stasiun bawah tanah.

mrtKelangsungan pengerjaan ini akan berimbas pada adanya perubahan lajur Bus Transjakarta di sepanjang jalur Sisingamangaraja – Sudirman, pengurangan lebar trotoar jalan, serta perubahan halte Busway di sebagian Jl. Sudirman hingga Bundaran Hotel Indonesia.

Imbas dari konstruksi skala besar ini sangat signifikan terhadap lalu – lintas, baik yang hendak melewati ruas Thamrin – Sudirman – Sisingamangaraja, di mana akan mulai terasa sejak hari pertama pengerjaan tersebut. Adapun titik – titik konsentrasi pelaksanaan proyek ini adalah; halte Transjakarta Bundaran HI, Setiabudi, Karet, Senayan, Ratu Plaza, Taman Mataram, hingga perempatan CSW Blok M.

"Kami mohon maaf kepada masyarakat Jakarta khususnya pengguna jalan Sudirman dan sekitarnya karena pekerjaan ini akan memberikan dampak yang lebih luas kepada lalu - lintas. Ini konsekuensi dari pekerjaan konstruksi proyek di lokasi yang memang sudah padat lalu – lintasnya,” ungkap Dono Boestami, Direktur Utama PT MRT Jakarta.

Dono  menjelaskan, sebelum memasuki konstruksi skala besar koridor Sisingamangaraja – Sudirman – Bundaran HI, saat ini pihaknya tengah melakukan berbagai persiapan guna menunjang pengerjaan konstruksi skala besar sepanjang koridor tersebut. Persiapan tersebut meliputi pengerjaan di Sisingamangaraja, pembuatan pengalih laju, relokasi halte bus Transjakarta serta relokasi lalu lintas di area tersebut, termasuk persiapan penutupan satu lajur kendaraan, serta Pembuatan Guide Wall untuk sisi barat di Bundaran HI.

"Kami memastikan bahwa pekerjaan konstruksi skala besar ini segera dimulai pada bulan Juni nanti menyusul pekerjaan konstruksi skala besar sebelumnya yakni di titik Bundaran HI pada april lalu,” papar Dono.

Menyinggung soal pengerjaan Test Pit pihaknya mengklasifikasikan ini sebagai suatu tahapan esensial dari pengerjaan proyek skala besar MRT jalur layang (elevated pit).

Pekerjaan ini dimulai dari penggalian lubang guna mengidentifikasi saluran (ducting) utilitas yang berada di bawah tanah pada area – area yang akan dibangun struktur pondasi dan kolom bangunan MRT.

Dimulai pada tanggal 26 Mei 2014, pekerjaan ini akan menelusuri sepanjang median jalan Sisingamangaraja, yakni dimulai dari perempatan CSW Blok M (depan gedung ASEAN) hingga taman Mataram. Adapun dampaknya adalah digunakannya keuda ruas jalur Transjakarta, sehingga jalur Transjakarta akan bergeser ke jalur umum.

Terkait dampak lalu – lintas, Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta M. Nasyir menjelaskan bahwa sekalipun pengerjaan Test Pit dilakukan di median jalan dan telah dilakukan Rekayasa Lalu - Lintas, tidak menutup kemungkinan akan berdampak pada lalu – lintas di sepanjang jalur Blok M – Sisingamangaraja.

"Yang paling berdampak pada kemacetan adalah saat dilakukannya pembangunan jalur layang dalam beberapa bulan ke depan. Oleh karena itu kami selaku manajemen mohon maaf atas dampak yang ditimbulkan,” jelas Nasyir.

Lebih lanjut lagi, Nasyir juga membahas soal pembuatan jalan untuk pengalihan jalur (detour), yakni pembetonan pada sisi trotoar jalan selebar 6 meter dan sepanjang 380 meter. Adapun lokasi yang digarap adalah di sepanjang Jl. Sudirman, yakni Senayan, Istora, Bendungan Hilir, dan Setiabudi.

Dampak dari pekerjaan ini adalah berkurangnya lebar trotoar bagi pejalan kaki dimana hanya menyisakan lebar 1.5 meter saja, serta berkurangnya satu lajur pada jalur lambat di sebagian Jl. Sudirman,” tambah Nasyir. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)