Hadapi MEA, Netika Kolaborasi dengan Qunie

Christian H. Siboro dengan Shinya TakagiMemasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) persaingan antar negara di kawasan ini semakin ketat bagi para pelaku bisnis. Hal ini mendorong pemain industri untuk memetakan kembali strategi jangka panjangnya berdasarkan tantangan yang dihadapi oleh masing-masing perusahaan.

Kondisi ini masih ditambah dengan aneka permasalahan yang belum terselesaikan terkait iklim usaha di Indonesia, antara lain rendahnya kualitas sumber daya manusia, infrastruktur logistik yang masih kurang memadai, rantai pasokan yang beresiko tinggi, serta rendahnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi.

Melihat celah tersebut, perusahaan konsultasi PT Netika Indonesia (Netika) menjalin kerjas ama dengan perusahaan konsultasi Jepang, Qunie Consulting dalam rangka meningkatkan daya saing industri di Indonesia. Qunie sendiri merupakan sebuah perusahaan B to B di Jepang yang khususnya bergerak dalam sektor manufaktur. Perusahaan tersebut bekerja sama dengan Netika yang memiliki portofolio di bidang sumber daya manusia, yang layanannya mencakup pengaplikasian teknologi informasi, desain sistem, produksi, penjualan, finansial, keuangan, dan lainnya. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan-perusahaan di Indonesia melalui strategi, proses bisnis, serta teknologi.

Christian H. Siboro, Deputy President Director PT Netika Indonesia, menjelaskan bahwa kolaborasi ini diperlukan untuk merangsang para perusahaan, terutama pemain lokal agar tidak kalah saingh dari pemain global. “Seperti yang kita tahu, tantangan bisnis sekarang sudah semakin kompleks. Memasuki MEA, kita dituntut untuk selalu bergerak sigap, tepat, dan akurat. Tantangan yang dihadapi baik oleh perusahaan dengan model bisnis B2B ataupun B2C adalah sama. Konsumen atau klien tidak lagi bertoleransi untuk layanan yang di bawah standar, dan mereka akan mudah berpindah pada kompetitor. Kolaborasi yang solid dengan teknologi yang terintegrasi amatlah dibutuhkan untuk memastikan kepuasan konsumen dari berbagai industri. Ini adalah alasan utama kami bekerjasama dengan Qunie,” jelasnya.

Dia juga berpendapat bahwa secara umum, masalah bisnis di negara-negara Asia memiliki karakteristik yang sama, yaitu sumber daya manusia, logistik, rantai pasok, produksi, dan teknologi. Christian melihat pangsa pasar yang besar di Indonesia lengkap dengan masalah-masalah yang belum teratasi. "Melalui kerjasama ini, Netika berharap sebagai perusahaan konsultan dapat menawarkan solusi praktis pada segmen-segmen yang masih bermasalah tersebut,” tambahnya.

Pada tanggal 27 Januari 2016, Netika dan Qunie mengadakan seminar perdananya sebagai peresmian kerjasama mereka dengan meluncurkan layanan-layanan seperti manajemen siklus produk, perencanaan penjualan & operasional, manajemen konsolidasi, manajemen biaya produksi, inovasi logistik dan analisa Big Data. Pembicara seminar ini adalah Direktur PT Netika Indonesia dan Qunie yang akan menjelaskan keuntungan dari layanan Netika. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)