Nilai Kerja Sama Kanamoto - Prabesco Mencapai US$ 2 Juta

Meski pasar pertambangan mulai meredup dan dialami sektor alat-alat berat, tetapi masih ada peluang pasar di sektor konstruksi dan infrastruktur. Apalagi di sektor tersebut tahun ini cukup menggeliat sehingga bisa menopang kinerja alat-alat berat.

Indonesia sendiri memiliki potensi pasar konstruksi terbesar di ASEAN dengan perkiraan mencapai nilai 60% dari keseluruhan nilai pasar konstruksi ASEAN pada tahun 2015. Potensi ekonomi yang demikian besar tentu membuat Indonesia menjadi pasar yang menarik bagi investor asing, tak terkecuali dari negara Jepang.

IMG_20150126_231101

Salah satunya adalah perusahan Kanamoto.co.jp. Perusahaan asal Negeri Sakura ini tak ragu menanamkan investasi yang tak kecil nilainya di Indonesia. Dengan menggandeng Probesco yang terkenal sebagai salah satu  pemain di industri alat-alat berat, maka kedua perusahaan ini akan bersinergi dan menaklukkan pasar dalam negeri. Indonesia menjadi pasar yang sangat menjanjikan.

Kanamoto dikenal sebagai spesialis di bidang rental, mempunyai “know how”,  sumber pembelian equipment yang bagus, funding yang  kompetitif, serta sistem dan teknologi canggih. Produk-produk yang dimiliki Kanamoto antara lain adalah Excavator, Wheel  loader, Rought Terrain Crane, Generator, Compressor, dan Lighting Tower.  Sementara Probesco memiliki network yang luas yang berpengalaman selama 35 tahun di bidang alat berat, human resources development, dan company culture.

Target market yang akan dibidik Prabesco Kanamoto ini, selain perusahaan Jepang yang berada di Indonesia, juga ada perusahaan lokal. Pembangunan MRT di Jakarta pun menjadi salah satu pasar penting bagi Prabesco Kanamoto. Selain itu, porsi terbesar pasar mereka adalah menyasar pada pangsa pasar bidang konstruksi karena Kanamoto memiliki spesialisasi di bidang konstruksi dan pelayanannya yang bisa diandalkan, kemudian merambah dibidang properti.

“Kami memasang target terhadap market share sebesar 30%, “ kata Saripin Taidy, Direktur Utama PT Probesco Disatama.

Ia mengungkapkan, perusahaan Jepang melihat Indonesia sebagai pasar yang sangat menjanjikan sehingga mereka tidak ragu menanamkan investasinya. Pada tahap awal, mereka akan menggunakan dana berkisar antara US$ 1 juta hingga US$ 2 juta, dengan harapan akan mencapai break event point dalam waktu 2 – 3 tahun mendatang.

Sementara, kerja sama ini akan berlangsung tanpa batas waktu. “Kami berhasil berkolaborasi di Indonesia untuk mengisi kebutuhan rental market di Indonesia. Kami memang akan berjalan dalam skala kecil dulu, dana yang dinvestasikan sangat tergantung berapa yang dibutuhkan. Project MRT ini sudah pasti dalam persiapan dengan dana awal US$1 juta sampai US$ 2 juta,” ujar Saripin.

Dana tersebut akan bertambah apabila ada permintaan  order cukup besar. Ia mengakui, penambahan dana tersebut dikarenakan bisnis rental alat-alat berat sulit diprediksikan dan tergantung oleh permintaan.

"Hal ini akan menjadikan posisi Probesco menjadi lebih siap untuk mempersiapkan diri menghadapi potensial bisnis yang ada," tutupnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)