OBG: Pembangunan Infrastruktur Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Pembangunan infrastruktur Indonesia dalam skala besar yang diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi, mendapat porsi analisa yang luas dalam laporan ekonomi terbaru yang diterbitkan oleh Oxford Business Group (OBG). Yaitu The Report: Indonesia 2012 memberikan kajian mengenai persiapan Indonesia dalam meningkatkan ikilm usaha dan mengurangi sistem birokrasi dalam upaya menarik investasi untuk proyek-proyek utama.

Publikasi ini menandai tahun kelima OBG berkiprah di Indonesia dan memberikan analisa upaya negara kita dalam memperkuat perannya di panggung regional dan internasional selama berperan sebagai Ketua ASEAN pada 2011.

Laporan ekonomi ini berisi kontribusi dari Presiden RI, bersama dengan panduan rinci sektor demi sektor bagi investor. Panduan ini menampilkan berbagai wawancara dengan tokoh terkemuka politik, ekonomi dan bisnis termasuk Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Keuangan Agus Martowardojo dan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Direktorat dan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Evita Legowo .

Tokoh internasional, seperti Presiden Turki Abdullah Gül, Sekretaris Negara untuk Urusan Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris William Hague dan Sekretaris Jenderal ASEAN Surin Pitsuwan juga turut memberikan pandangan mereka tentang pembangunan ekonomi Indonesia.

Laporan ini juga menyoroti upaya pembangunan skala besar, yang diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Panduan ini juga meneliti bahwa permintaan produk perumahan memegang peranan kunci dalam mendorong kegiatan lintas sektoral, khususnya di bidang bisnis yang berhubungan dengan industri konstruksi.

Selain itu, laporan ekonomi terbaru OBG juga menganalisa secara rinci rencana pemerintah untuk mengembangkan lebih jauh sektor pertanian di Indonesia sebagai bagian dari upaya untuk mengatasi masalah impor pangan yang tinggi. Beberapa tinjauan rinci tentang perkembangan terbaru dalam industri kunci Indonesia diataranya yaitu minyak sawit dan rencana peningkatan segmen perikanan.

Laporan ekonomi terbaru OBG menganalisa perluasan peran tingkat gubernur daerah di seluruh 33 negara propinsi sejalan dengan kebijakan Indonesia untuk mendorong maju desentralisasi. Laporan ekonomi ini juga menggambarkan era baru pembangunan yang sedang berlangsung di daerah, didorong oleh program 'Pendayagunaan Regional’.

Report ini diproduksi bekerja sama dengan BKPM dan KADIN. Didukung oleh Bank Negara Indonesia (BNI) sebagai mitra perbankan OBG, PricewaterhouseCoopers yang bekerja sama pada Bab tentang Perpajakan dan firma hukum Lubis Santosa& Maulana untuk analisis hukum.

Redaktur Regional OBG Paulius Kuncinas mengatakan, kemampuan Indonesia dalam memaksimalkan peluang investasi akan membuka jalan untuk mendorong pertumbuhan digit tunggal tinggi selama 5-10 tahun mendatang. Kuncinas juga menyoroti pentingnya Indonesia dalam memahami dan mengatasi kekhawatiran investor. "Perlu lebih banyak energi dan upaya dilakukan untuk menciptakan lingkungan bisnis yang transparan dan ramah investor," katanya. Kunci keberhasilan adalah pelaksanaan proyek infrastruktur ambisius dan perbaikan lebih lanjut dalam lingkungan bisnis.

Country Director OBG María Meroño sepakat bahwa kelimpahan sumber daya alam dan ekonomi yang tumbuh cepat telah memberikan pondasi yang kuat bagi Indonesia untuk membangun sekaligus menarik investor baru. "Mitra kami memiliki pemahaman yang menyeluruh atas perubahan lansekap ekonomi Indonesia dan masukan mereka tak diragukan lagi telah memperkuat publikasi kami," katanya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)