Pameran Bahan Baku Farmasi ASEAN Kembali Digelar

20140520_101347

Industri farmasi di Indonesia mengalami pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara. Pasar farmasi ini diproyeksikan akan terus mengalami pertumbuhan sebanyak 6% per tahun hingga 2018. Lewat event Convention on Pharmaceutical Ingredients South East Asia (CPhl SEA) yang kembali digelar tahun ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri farmasi di Tanah Air.

“Pasar farmasi Asia Tenggara berkembang sangat pesat dan hal ini akan terus berlanjut. Hal ini akan meningkatkan kompetisi, yang berarti merupakan waktu ideal bagi pelaku industri farmasi internasional dan supplier untuk masuk ke pasar ini,” ujar Chris Kilbee, Group Director Pharma UBM Live selaku pihak peyelenggara.

Untuk diketahui belanja kesehatan di Indonesia diperkirakan mencapai angka US$ 21,1 miliar di tahun 2015 nanti. Kenaikan belanja kesehatan ini disebabkan oleh adanya sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). JKN yang sudah dilaksanakan sejak Januari 2014 ini berdampak juga pada ketersediaan obat. Obat merupakan aspek penting dalam layanan kesehatan dengan menyerap 35%-40% dari seluruh komponen biaya di Puskesmas maupun rumah sakit.

CPhl SEA 2014 ini menyediakan platform regional bagi professional farmasi domsetik dan internasional. Pameran yang digelar selama tiga hari ini akan mengahdirkan beragam bahan baku obat yang inovatif dengan kualitas tinggi sesuai dengan permintaan pasar di ASEAN khususnya di Indonesia.

Tahun lalu, pengunjung pameran CPhl SEA mencapai angka lebih dari 5.500 orang dari 51 negara dan regional termasuk Amerika Serikat, Inggris, Indoia, Jepang, dan Rusia. Tahun ini diperkirakan jumlah penggunjung akan mengalami peningkatan berdasarkan pasar domestik yang semakin meluas. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)