Pameran Industri Maritim Pertama di Indonesia Segera Digelar

Nada F Soraya (tengah) saat Press Conference Marintec Indonesia di Jakarta Nada F Soraya (tengah) saat Press Conference Marintec Indonesia di Jakarta

Berbekal pengalaman menjadi penyelenggara acara kemaritiman di berbagai belahan dunia, PT UBM Pameran Niaga Indonesia, mengadakan pameran industri maritim bergengsi bertaraf international perdana "Marintec Indonesia" di Indonesia pada tanggal 26-28 November 2014 di Jakarta International Expo Kemayoran.

Selain pameran, ada pula konferensi, seminar teknis dengan tema seputar peralatan kelautan, teknologi pembuatan kapal dan layanan maritim. Acara tersebut akan dihadir oleh 100 perusahaan dari seluruh dunia,termasuk Inggris, Jepang dan China. Serta dihadiri oleh tokoh-tokoh maritim Indonesia dan pembicara dari masyarakat maritim International. Seminar teknis dan presentasi oleh para pakar mengenai perkembangan terkini tentang teknologi kelautan.

Menurut Christopher Eve, ide mengadakan pameran maritim di Indonesia ini, sudah ada sejak dua tahun yang lalu. Sejak presiden Joko Widodo mengemukanan visinya untuk mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai negara maritim, kesempatan tersebut disambut hangat oleh UBM untuk membantu mewujudkan kemaritiman di Indonesia.

“UBM sudah berpengalaman mengadakan pameran industri maritim di dunia. Seperti: marintec China, Marintec Amerika Selatan, Sea Japan, Imabari Maritime Fair, Miami Shipping Cruise dan Shipping cruise negara-negara Asia Pasifik terkemuka,” ujar Christoper.

Christoper menambahkan, Indonesia adalah negara yang dikaruniai Tuhan dengan potensi kelautan yang sangat besar, maka sudah semestinya mempergunakan potensi tersebut dengan baik. Diantaranya kerjasama antara pemerintah, pengusaha dan akademisi untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Nada F Soraya, ketua Yayasan Pendidikan Maritim Indonesia, berpendapat dengan diadakannya marintec Indonesia untuk kali pertama ini, seperti membangunakan raksasa yang sedang tidur. Kegiatan seperti marintec Indonesia ini bisa menjadi pendidikan kemaritiman bagi masyarakat Indonesia yang bisa berdampak pada kesejahteraan rakyat yang luar biasa.

“Untuk membentuk Negara Maritim sendiri perlu ada amandeman undang-undang. Sebab dalam UUD 45 pasal 25A tidak ada kata laut di sana. Sehingga kita tidak ada landasan hukumnya,” ujar Nada.

Recananya, acara yang akan digelar dua tahunan tersebut, akan dibuka oleh Menteri Koordinator maritim Indroyono Soesilo. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)