Panorama Transportasi Terbitkan Obligasi Rp 100 Miliar

PT Panorama Transportasi, Tbk. menerbitkan obligasi sebesar Rp 100 miliar pada semester I tahun ini dengan tenor 3 tahun dengan tingkat bunga tetap. Perseroan telah menunjuk PT Victoria Securities Indonesia dan PT Waterfront Securities Indonesia sebagai penjamin emisi dan Bank Mega Tbk akan bertindak selaku wali amanat.

PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) memberikan peringkat obligasi (rating) terhadap perseroan pada level BBB+ dengan stable outlook. Perseroan berencana menggunakan dana obligasi untuk refinancing pelunasan utang kepada kreditur sekitar 70%, pembelian armada kendaraan bermotor sekitar 20% dan sekitar 10% untuk pembelian tanah dan bangunan yang akan dipergunakan untuk pool kendaraan bermotor. Direktur Victoria Securities, Setiawan Budiman, menuturkan target investor adalah investor institusi dan individu. Masa bookbuilding sendiri akan berlangsung pada 23-27 April 2012, pernyataan efektif dari Bapepam-LK 8 Mei 2012, masa penawaran umum 10 dan 11 Mei 2012, penjatahan 14 Mei 2012, pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) 21 Mei 2012.

Angreta Chandra, Direktur Keuangan Panorama Transportasi, menjelaskan bahwa utang sebesar Rp 70 miliar akan dibayar ke Bank CIMB Niaga sebesar Rp 17 miliar, Bank Mandiri sebesar Rp 40 miliar, Bank Victoria sebesar Rp 13 miliar untuk jangka waktu jatuh tempo antara satu hingga empat tahun. Satrijanto Tirtawisata, presdir perusahaan ini, menambahkan, tidak ada utang yang jatuh tempo dalam waktu dekat ini. “Tidak ada utang yang jatuh tempo dalam waktu dekat ini. Namun kita sedang mencari struktur pendanaan yang lebih baik, di mana secara tradisional kita gunakan pinjaman dari perbankan dan sekarang kita coba cari pendanaan dari capital market,” ungkapnya.

Angreta juga mengungkapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) 2012 ini sebesar Rp 126 miliar yang terdiri dari penambahan armada taxi sebanyak 200 unit (diluncurkan Jumat, 20/4 lalu) dengan nilai Rp 76 miliar, armada penyewaan mobil senilai Rp 30 miliar, dan pembelian lahan untuk pool senilai Rp 20 miliar. Satrijanto menambahkan lokasi pool masih dalam tahap pencarian di sekitar Jabodetabek.

 Di tahun 2011, perseroan mencatatkan peningkatan penjualan neto sebesar 26,7% menjadi Rp 171,8 miliar dibandingkan tahun 2010 sebesar Rp 135,5 miliar, dan peningkatan laba bersih sebesar 1.543% menjadi Rp. 4,471 miliar (dibandingkan tahun 2010 sebesar Rp. 272 juta). Sementara, kenailkan EBITDA-nya sebesar 60,2% menjadi Rp. 58,3 miliar. Ini dikarenakan lini usaha taksi dan lini usaha angkutan antar kota yang dikembangkannya mulai memperlihatkan kinerja yang positif di tahun 2011.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)