Pembangunan Ruko di Makassar Sangat Pesat

Hidayat Rachmat, Direktur Utama CV Rachmat, pengusaha dari Makasar yang fokus di penyewaan tenda, mengatakan, daerah Sulawesi Selatan (Sul-Sel) perkembangan perekonomiannya sangat pesat, indikasinya dari pendapatan perkapita dan pembangunan infrastrukturnya. “Perhotelan tumbuh cepat, baik hotel nasional maupun internasional sudah masuk di Makassar. Ada Trans Studio berani masuk di Makasar,” ujarnya.

Menurut Hidayat, saat ini Sul-Sel sangat pesat untuk bisnis atau investasi perumahan atau properti. “Kami sekarang juga ikut terjun investasi properti, terutama ruko dan ada perumahan juga, “dia menuturkan. Dalam penilaiannya jika perkembangan kota pesat, perkembangan ekonomi pesat itu ditunjukkan dengan peningkatan properti. Harga-harga lahan di Makassar sudah naik. Kalau di grade 1-10, Makaasar, diklaimmnya dengan poin 8 untuk investasi.

Sejauh ini dukungan Perda untuk bisnis cukup baik. Pengusaha nasional yang masuk ke Makassar cukup mendapat dukungan pemerintah, tidak menyulitkan untuk berinvestasi di sini. “Kami tetap harus minta perbaikan, untuk aspek SDM pemerintahan yang memang harus ditingkatkan skill dan layanannya,” saran Hidayat.

Pria yang pernah kuliah dan berbisnis Yogyakarta hingga 14 tahunan ini mengatakan, sekarang perusahaannya bukan saja menyewakan tenda, tapi juga membangun ruko-ruko dan perumahan. “Ruko kami pilih di jalan-jalan utama,” ujarnya. Juga sedang mengembangkan bisnis laundry dan katering. Lalu bisnis F&B, perusahaannya memiliki zjin membuka cabang Kopi Tiam Oey (milik Bondan Winarno). Untuk CV Rachmat sudah membuka cabang di Samarinda, Kalsel. Lalu akhir tahun 2012 akan buka di Surabaya. “Katering masih konsentrasi di Makassar, sedangkan kedai waralaba Kopi Tiam Oey kami yang pegang cabang Surabaya, Makassar dan Manado,” jelasnya.

Hidayat berpendapat, tahun 1990-an hanya kalangan keturunan Cina yang membeli ruko, saat ini menurutnya justru banyak kalangan orang asli Makassar yang membeli ruko. Lantai bawah untuk usaha, lantai dua untuk gudang, lantai tiga untuk tempat tinggal. “Sekarang Makassar jadi seperti kota ruko,” tuturnya bangga. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)