Puspita Martha Cetak 75 Beautypreneurs

Indonesia lagi-lagi harus belajar dari negara tetangga, Singapura. Pasalnya, wirausahawan Indonesia tahun 2012 hanyalah 1,65% dari keseluruhan lapangan kerja, sedangkan di Singapura sudah melebihi 7%. Artinya, basis pendidikan nonformal perlu diperkuat lagi. Salah satu lembaga pendidikan semacam ini, Puspita Martha International Beauty School, tengah fokus mencetak wirausahawan dalam industri kecantikan. Memang, industri ini semakin digandrungi di kota besar.

“Pendidikan formal tetap penting. Akan tetapi, jika pendidikan formal tidak memberi akses ke lapangan kerja, kita masih punya banyak pilihan dalam pendidikan nonformal,” kata School Director Puspita Martha, Wulan Tilaar Widarto.

Puspita Martha, didirikan oleh Martha Tilaar sendiri, kini telah dibuka di 9 lokasi, yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Solo, Semarang, Surabaya, Batam, Balikpapan, dan Samarinda. Tahun 2012, sekolah kecantikan ini menghasilkan 1900 lulusan, dari jumlah total lulusan sebanyak 350 ribu orang sejak pendiriannya pada 1970. Di antara para lulusan tahun ini, terdapat 75 orang yang secara khusus digelari Beautypreneurs. Merekalah yang dinilai mampu mewujudkan jiwa wirausaha dalam industri kecantikan, mode, dan gaya hidup. Salah satunya adalah seorang pemilik salon kecantikan dan gerai batik di Suriname, Murni Srijani Dasai-Djamin.

Tak bisa diingkari, sekolah-sekolah sejenis sudah bermunculan juga. Supaya bisa bertahan di usia ke-43, Puspita Martha perlu berstrategi. Tak hanya memperoleh pengakuan dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal (BAN PNF), sekolah yang berpusat di Jakarta ini juga mengantongi akreditasi internasional dari Comite International d’Esthetique et de Cosmetologie, Swiss dan Confederation of International Beauty Therapy and Cosmetology, Inggris. Tak tanggung-tanggung, pengelola sekolah mendatangkan seorang international educator dari Pivot Point International, Amerika Serikat akhir November 2012.

Ke depannya, Puspita Martha ingin terus melangkah maju. Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah mempercayai sekolah ini untuk membekali keahlian tim hairdressing Indonesia dalam ASEAN Skills Competition medio November lalu. Hasilnya, sebuah medali emas diraih Indonesia. Berikutnya Wulan menargetkan, tim bimbingan Puspita Martha akan menjuarai World Skills Competition di Leipzig, Jerman pada 2013 mendatang.

Marketing Manager Puspita Martha, Edwina Waas, mengungkapkan, “Untuk menjadi sekolah kecantikan yang memenuhi standar, gedung Puspita Martha sedang dikembangkan hingga 6 lantai. Infrastruktur yang diperlukan untuk kegiatan belajar juga dilengkapi.” Proses ini diperkirakan selesai tahun depan. Di samping itu, Puspita Martha Balikpapan dan Samarinda dinonaktifkan sementara untuk mempersiapkan pengembangan gedung selanjutnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)