Perbesar Usaha, Charoen Dapat Kucuran Kredit Sindikasi US$ 500 Juta

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) telah menandatangani fasilitas pinjaman sindikasi dengan 20 bank senilai US$500 juta pada 21 Oktober 2013 lalu. Sebelumnya, CPIN telah meraih fasilitas pinjaman sindikasi sebanyak 2 kali, yakni tahun 2007 sebesar US$ 125 juta dan  tahun 2011 sebesar US$ 250 juta. Upaya ini dilakukan CPIN untuk menopang pertumbuhan usaha semua lini bisnisnya.

cpin citi

Empat bank yaitu Citi, DBS, ANZ dan SMBC ditunjuk sebagai Mandated Lead Arrangers dan Bookrunners dalam transaksi ini. Sementara itu, bank-bank pendukung sindikasi lainnya merupakan kombinasi dari bank lokal maupun asing. “Respon dari bank-bank peserta sindikasi cukup positif sehingga terjadi oversubscription. Akhirnya, CPIN memutuskan untuk memperbesar jumlah fasilitas dari US$400 juta menjadi US$500 juta,” ujar Kunardy Lie, Managing Director, Head of Citi Indonesia’s Corporate & Investment Banking.

Adapun fasilitas pinjaman yang diberikan berupa unsecured basis yang terdiri dari US$325 juta dan Rp 2 trilliun yang meliputi 2 tranche: Pertama, amortizing term loan facility senilai US$130 juta dalam mata uang Dollar Amerika Serikat dan Rp 800 miliar dalam mata uang Rupiah Indonesia dengan jangka waktu pengembalian 5 tahun. Kedua, revolving credit facility senilai US$195 juta dalam mata uang  US$ dan Rp 1,2 triliun dalam mata uang Rupiah Indonesia dengan jangka waktu pengembalian 3 tahun dan mempunyai opsi perpanjangan 2 tahun dengan diskresi dari kreditur.

Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi CPIN menggalang pinjaman sindikasi ini. Selain pinjaman berguna untuk mengamankan sebagian besar pendanaan perusahaan selama 5 tahun ke depan, alasan lainnya adalah menghemat biaya bunga karena dikenakan bunga pinjaman baru yang lebih murah.

Sementara itu strategi bisnis yang hendak dicapai untuk menggenjot pertumbuhan diantaranya ada 2 hal. Pertama, meningkatkan pangsa pasar disetiap segmen usaha. Kedua, mempertajam diversifikasi di bisnis hilir. Dari sini pencapaian pendapatan CPIN selama 6 bulan di tahun 2013 mencapai Rp 11,9 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 1,5 triliun.

Sementara itu, Dani Prabawa, Managing Director dan Head of Institutional Banking Group PT Bank DBS Indonesia (DBSI), menyambut positif upaya ini mengingat kepercayaan yang diberikan oleh bank-bank partisipan sindikasi terhadap ekonomi Indonesia serta performa CPIN pada khususnya.

DBS tetap berkomitmen untuk memberikan dukungan terhadap CPIN serta terhadap pemulihan ekonomi Indonesia. Kami meyakini sektor pakan ternak, peternakan ayam serta produk turunannya tetap menarik mengingat besarnya jumlah penduduk, serta meningkatnya daya beli masyarakat dan tingkat konsumsi protein hewani yang masih terus bertumbuh di Indonesia,” pungkasnya.(EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)