SAP Express Tawarkan Saham Perdana Rp220-260 Per Lembar


PT Satria Antaran Prima Tbk (SAP Express) berencana melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia.

SAP Express menawarkan sebanyak-banyaknya 600 juta saham atau sebesar 60% dari Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Perseroan setelah IPO. Kisaran harga yang ditawarkan melalui Penawaran Awal (bookbuilding) adalah Rp220-260 per lembar saham.

Budiyanto Darmastono, Direktur Utama SAP Express, mengatakan, melalui IPO ini, diharapkan SAP Express dapat memperkuat struktur permodalannya guna merespon prospek bisnis industri jasa pengiriman. "Ini sebagai imbas positif dari maraknya transaksi penjualan ritel melalui e-commerce yang melibatkan aktivitas pengiriman barang," ujarnya.

Sebagai gambaran atas perkembangan dunia e-commerce yang pesat ini, Budiyanto mengutip data yang dirilis oleh Statista Digital Market Outlook pada tahun 2017. Penjualan e-commerce di Indonesia pada tahun 2018 diperkirakan mencapai lebih dari US$ 8,5 miliar, naik sebesar 49% dibandingkan dengan tahun 2016 yang tercatat sebesar US$ 5,8 miliar. Masih dari sumber yang sama, pada tahun 2022, penjualan e-commerce di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari US$ 16,4 miliar atau bertumbuh rata-rata sebesar 18% setiap tahunnya sejak 2018.

Hal tersebut secara nyata dibuktikan dengan menjamurnya beragam pilihan barang yang telah tersedia di berbagai platform e-commerce di Indonesia, yang pada beberapa tahun lalu bahkan belum terpikirkan oleh masyarakat. Mulai dari pakaian, perlengkapan bayi, hingga makanan, aksesoris dan perlengkapan otomotif serta obat-obatan. Dengan teknologi yang dikembangkannya, sistem user interface SAP Express dapat digunakan oleh semua platform e-commerce karena mampu diintegrasikan secara langsung melalui applicaton programming interface (API).

“Industri jasa pengiriman adalah salah satu industri yang akan terus ada sepanjang masa, selama masih ada kehidupan manusia, selama itu juga peran jasa pengiriman akan selalu dibutuhkan. Memasuki usia yang ke empat tahun, kami mantap untuk menjadikan Perseroan sebagai perusahaan terbuka (go public),” jelasnya.

Saat ini, SAP Express telah melayani berbagai institusi besar seperti Zilingo, Lazada, Blibli, Bank Mandiri, Bank BCA, Adira Finance, Indofood, Unilever, dan institusi lainnya dari berbagai industri.

Ia menjelaskan bahwa SAP Express sendiri menawarkan jasa pengiriman dalam dan luar kota, jasa pengiriman internasional & kargo, jasa manajemen pergudangan & distribusi, mailing room, pengiriman melalui transportasi darat, laut & udara, cash on delivery, dan dedicated courier. Untuk dua jasa pengiriman yang disebutkan terakhir yaitu cash on delivery dan dedicated courier, ia mengklaim ini menjadi kekuatan utama SAP Express dalam peta persaingan antar sesama perusahaan jasa pengiriman lain. Untuk pengiriman dalam negeri sendiri, SAP Express menawarkan paket Same Day Service, One Day Service, dan Regular Service.

Untuk diketahui, pada kuartal I /2018, SAP Express membukukan pendapatan sebesar Rp 48,2 miliar, meningkat 54,3% dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2017 yang sebesar Rp 31,2 miliar. Sementara itu, pada tahun 2017, 2016 dan 2015 SAP Express membukukan pendapatan masing-masing sebesar Rp 148,2 miliar, Rp 117,4 miliar, dan Rp 60,0 miliar.

Adapun laba bruto SAP Express pada kurtal I/2018 tercatat  Rp 10,8 miliar, naik 59,3% dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp 6,8 miliar. Pada tahun 2017, 2016 dan 2015 SAP Express membukukan laba bruto masing-masing senilai Rp 28,2 miliar, Rp 28,2 miliar, dan Rp 7,1 miliar. Setelah IPO, manajemen memperkirakan adanya perbaikan pada operasional dan performa laporan keuangan yang menyebabkan laba bersih di tahun-tahun yang akan datang.

Sementara nilai aset per 31 Maret 2018 tercatat sebesar Rp 56,3 miliar, meningkat dibandingkan aset per 31 Desember 2017 yang tercatat sebesar Rp44,0 miliar. Liabilitas naik menjadi Rp 47,3 miliar dari Rp 43,4 miliar dan ekuitas meningkat menjadi Rp 8,9 miliar dari Rp 553juta. Sementara itu, pada 31 Maret 2018, current ratio tercatat sebesar 2,1 kali, gross profit margin sebesar 22,5% dan perbandingan aset dengan liabilitas sebesar 1,2 kali.

SAP Express telah menunjuk PT RHB Sekuritas Indonesia sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek. Waktu untuk bookbuilding berlangsung mulai tanggal 31 Agustus 2018 hingga 10 September 2018. Sedangkan masa Penawaran Umum dijadwalkan berlangsung pada tanggal 24-26 September 2018 setelah diterimanya Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan, sehingga saham SAP Express diharapkan dapat diperdagangkan pertama kali di Bursa Efek Indonesia (BEI) sekitar akhir September atau awal bulan oktober tahun ini.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)