Sinergi Apps Foundry - Kompas Gramedia Demi Pertegas Diri di Asia

Perusahaan pengembang aplikasi mobile di Singapura dan Indonesia, Apps Foundry, berencana memperkuat posisi  bisnisnya di kawasan Asia, khususnya Asia Tenggara. Rencananya itu akan diwujudkan setelah mendapatkan kucuran dana investasi sebesar Sin$ 3 juta  dari PT Gramedia Digital, bagian dari Kompas Gramedia.

“Ini merupakan partnership strategis yang diinisiasi kedua belah pihak,” terang Willson Cuaca, CEO Apps Foundry kepada SWA Online, melalui pesan elektronik.

Perusahaan yang berkantor pusat di Singapura ini memiliki produk andalan aplikasi e-reader Scoop yang telah mendukung lebih dari 50 koran, 550 judul majalah, dan 10.000 buku. Scoop bisa diakses melalui sejumlah platform, seperti iOS, android, dan windows phone. Aplikasi Scoop telah diunduh oleh lebih dari 750.000 perangkat seperti tablet dan ponsel pintar.

Dengan perkembangan teknologi yang kian pesat dan perangkat yang semakin canggih, kemungkinan masyarakat untuk membaca koran ataupun buku secara digital bakal tinggi. Karena itu, Apps Foundry pun ingin mengembangkan sayap bisnisnya di negara-negara lain, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Sebagai langkah nyata, perusahaan telah menjalin kemitraan dengan sejumlah penerbit dari Singapura, Malaysia, Filipina, India, dan Brasil. Perusahaan juga sudah mendapatkan pendanaan dari Gobi Partners dan Mitsui Global Investments. Terbaru, Apps Foundry mendapatkan dana investasi dari perusahaan penerbit terkemuka di Indonesia, Kompas Gramedia.

“Bagi Scoop, Kompas Gramedia adalah mitra yang bisa membantu di sisi distribusi lewat jaringan toko buku, hotel, dan media yang mereka miliki. Dari sisi publisher, buku-buku dan majalah mereka jumlahnya tidak sedikit dan bisa dengan baik digunakan oleh Scoop,” tambah Willson. Dia pun mengatakan, Scoop sendiri sudah menjadi mitra strategis Kompas Gramedia karena sudah bekerja sama dalam mendistribusikan buku dan majalahnya.

Dana investasi yang digelontorkan oleh Kompas Gramedia yang mencapai Sin$ 3 juta akan digunakan mengembangkan produk-produk baru, ekspansi bisnis ke regional, dan mengembangkan tim. Sekarang ini, tim yang dimiliki oleh Apps Foundry berjumlah 30 orang yang berada di Indonesia dan Singapura.

Dengan investasi tersebut, Willson lantas mengatakan, “Kompas Gramedia memegang minority holding, (sementara) operasional dan keputusan strategis tetap berada di founder.”

Dihubungi secara terpisah, Edi Taslim, Kompas Gramedia Digital Group Director, mengatakan, ada tiga faktor yang melatarbelakangi investasi perusahaan ke Scoop. Pertama, Kompas Gramedia melihat tren konsumsi media digital, melalui ponsel pintar dan tablet, akan semakin besar. Kedua, aplikasi Scoop berpeluang besar menjadi pemimpin di Asia. “Ketiga, secara Grup KG, publishing media kami banyak, atau hampir semua sudah didistribusikan dengan Scoop. Sebanyak 10 ribu judul buku akan dimasukkan secara bertahap.”

Dana investasi itu, tegas dia, bukan untuk membeli saham. Edi yang juga menjadi komisaris di Apps Foundry ini menuturkan, “Funding untuk ekspansi regional Scoop, karena kami akan perkuat posisi di Asia Tenggara.” Ekspansi itu termasuk dalam hal pemasaran dan pengembangan bisnis.

Lantas seperti apa rencana Scoop ke depan? Willson pun menegaskan bahwa “Scoop akan fokus ke distribusi konten.” (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)