Sinergi Intel-Telkom Dobrak Penghambat Laju Akses Broadband

Saat ini, permasalahan terkait biaya broadband masih menjadi penghalang besar bagi para pengguna internet di Indonesia. Hal tersebut tentu bukan tanpa sebab. Berdasarkan Intel white paper Reaching the Third Billion on Global IT Report 2012, biaya broadband selama ini telah menjadi penghalang terbesar karena diperkirakan mampu meningkatkan biaya rata-rata pengguna PC naik menjadi sekitar 66 persen.

Kiri – Kanan: Gregory Bryant (Vice President and General Manager Sales & Marketing Group, Intel Asia Pacific), Arief Yahya (Direktur Utama PT TELKOM).

Hadirnya halangan yang cukup besar tersebut tentu akan mempengaruhi usaha Indonesia untuk berkompetisi dengan negara lain di tingkat global. Akses broadband masih dianggap sebagai faktor kunci keberhasilan negara-negara seperti Indonesia dalam meningkatkan daya saing di tingkat global sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang banyak, Indonesia memiliki permintaan tinggi atas konektivitas. Hal ini dapat dibuktikan dengan pertumbuhan multidevices yang luar biasa.

Guna menjawab tantangan seperti itu, Intel Indonesia Corporation dan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom), berusaha menjembatani segala permasalahan koneksivitas yang sedang dihadapi Indonesia dengan menjalin sebuah kerja sama guna mewujudkan “Indonesia yang Bersatu Secara Digital”, sehingga dapat berpeluang mengakses broadband dan komputer secara lebih terjangkau.

Dengan terjalinnya kerja sama ini, Intel Indonesia akan melengkapi semua perangkat baru berbasis prosesor Intel, termasuk desktop, PC, notebook, netbook, tablet, smartphone, processor box dan Ultrabooks yang dijual di distributor resmi Intel, dengan Kartu Prabayar Speedy Instan yang menawarkan layanan internet gratis selama enam bulan. Layanan internet ini tersedia melalui jaringan Wi-Fi di lokasi umum maupun perumahan. Selain itu, Intel dan Telkom juga berencana memperkenalkan penggunaan komputer dan broadband secara serentak di seluruh wilayah Indonesia melalui kegiatan road show di 30 kota.

Dengan permintaan konektivitas yang meningkat seperti saat ini, Intel dan Telkom akan mendukung kesempatan yang baik ini dengan mendorong sektor Information and Communication Technology (ICT) guna mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional dan daya saing global yang dibutuhkan Indonesia. Hal ini dilakukan juga sebagai bentuk komitmen kedua belah pihak terhadap kemajuan ekonomi negara Indonesia.

"Intel berkomitmen untuk mendukung upaya Indonesia dalam meningkatkan daya saing dengan memperluas akses ke teknologi komputasi maupun internet broadband," ujar Gregory Bryant, Vice President and General Manager, Sales & Marketing Group, Intel Asia - Pacific.

Kesempatan ini juga dimanfaatkaan Telkom guna membantu pemerintah menyediakan akses internet di seluruh wilayah Indonesia. Pengembangan jaringan broadband sebagai bagian dari penguatan konektivitas nasional merupakan salah satu pilar Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Tujuan MP3EI adalah membangun jaringan broadband nasional yang mencakup 30% household di Indonesia atau sekitar 20 juta pelanggan pada 2015. Telkom mendukung target pemerintah dengan menggelar 1 juta akses WiFi untuk mengakomodir 10 juta pelanggan di Indonesia.

"Melalui kemitraan dengan Intel, Telkom berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam memperbaiki tingkat penetrasi layanan internet dengan cara menyediakan koneksi Internet yang terjangkau dan dapat diakses di seluruh Indonesia. Kami berharap masyarakat memperoleh manfaat atas peluang untuk terkoneksi dengan memaksimalkan penggunaan teknologi untuk memperkaya kehidupan mereka sehari-hari,” sambung Arief Yahya, Direktur Utama Telkom. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)