Strategi Sunlife Financial Kuasai Pasar Asia Tenggara

Setelah sukses mengakuisisi CIMB Aviva Takaful Berhad (Malaysia), dan Petro Vietnam, Sun Life Financial semakin gigih mematok kawasan Asia Tenggara sebagai captive market berikutnya. Ekspektasi ini kemudian dibarengi oleh ekspansi Sun Life Financial untuk Indonesia, ditandai dengan pembukaan dua kantor di Medan. Dengan demikian sudah tujuh negara di Kawasan Asia yang sudah dijadikan target pemasaran, yakni Filipina, Jepang, India, China, Malaysia, Vietnam, dan Indonesia.

unnamed

Nilai investasi untuk pasar Indonesia sebesar US$ 40 juta , di mana optimalisasinya untuk tiga aspek; yakni Sumber Daya Manusia (SDM), teknologi, serta Brand,” Ungkap Kevin Strain, Presiden Sun Life Financial untuk region Asia.

Menurutnya, investasi ini dilakukan secara bertahap yakni melalui tiga sesi, dimana setiap satu per tiga dari total investasi dirampungkan setiap tahunnya. “Jadi investasi benar – benar komplit setelah memasuki tahun ke 3,” ujarnya.

Lebih jauh lagi, Strain mengaku tertantang dengan dinamika kependudukan Indonesia, dimana menurut catatannya setiap tahun, masyarakat Indonesia mampu menghasilkan pergerakan GDP yang selalu meningkat. Ditambah lagi populasi kalangan middle class juga mengindikasikan jumlah yang sangat masif.

Ditambah lagi, faktor pertumbuhan pendapatan Sun Life Group yang melonjak 30 juta dolar Amerika, juga menjadi landasan penentu keputusan untuk mengibarkan pasar lebih luas lagi.

Di tahun 2015, kami mentarget pendapatan bersih Sun Life Group keseluruhan mencapai US$ 225 juta,” papar Strain.

Langkah awal Sun Life Financial dimulai kala peluncuran dua kantor di Medan, yakni di Jalan Krakatau dan Citra Garden, yang kemudian disusul tujuh kantor lagi. Menurut Lydia Ellen, Financial Consultant untuk Sun Life Financial Indonesia pembukaan kantor Medan ini memiliki tujuan untuk menguasai market Sumatera terlebih dahulu, baru kemudian akan merambah ke kota – kota besar lainnya.

Strain memaparkan, bahwa ada animo yang besar dari masyarakat Medan dan sekitarnya yang dibuktikan dengan pertumbuhan pendapatan. Pada tahun 2013 pertumbuhan pendapatan naik menjadi 6%. Namun baru memasuki quartal pertama tahun 2014 pertumbuhan pendapatan sudah memasuki angka 20%.

Tapi yang paling penting adalah menciptakan agen – agen yang berkualitas, sehingga dapat dengan leluasa menjaring nasabah – nasabah yang potensial,” tambah Presiden Direktur Sun Life Financial Indonesia, Bert Peterson ditengah diskusi singkat. Oleh karena, Sun Life akan mengoptimalkan strateginya pada proses pengedukasian terhadap agent-nya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)