Tablet Mendorong Penjualan Online Rakuten

Rakuten, operator peritel online terbesar di Jepang dan peritel online ketiga terbesar di dunia berdasarkan penjualan, berharap meluasnya pemakaian smart phone dan tablet mendorong peningkatan besar dalam trafik penjualan onlinenya – paling tidak 9 kali lipat pada tahun-tahun mendatang. Meningkatnya penggunaan tablet dipercaya Rakuten memberikan kesempatan yang signifikan bagi peritel online.

Rakuten grup yang baru saja mengakuisisi Kobo yang berbasis di Kanada melihat semakin banyaknya konsumen yang lebih cenderung membeli perangkat bergerak dibandingkan PC. “Angka yang kami miliki menunjukkan bahwa ketika pengguna PC mulai menggunakan ponsel biasa (feature phone) untuk berbelanja online, transaksi mereka biasanya meningkat 1,5 kali lipat dan meningkat lagi sebesar 1,5 kali lipat saat mereka pindah ke smart phone. Angka ini akan meningkat lagi sebesar 1,5 kali lipat jika mereka menggunakan aplikasi kami yang telah terinstal sebelumnya,” kata Kenichiro Nakajima, Chief Mobile Officer at Rakuten. Dengan kenyamanan dan pengalaman browsing yang berkualitas dari tablet, pihkanya berharap bisa melihat tingkat pertumbuhan yang serupa yang didorong oleh perangkat tablet.

Menurut ABI Research, hingga 2015 belanja melalui perangkat mobile akan mencapai lebih dari US$163 miliar di seluruh dunia, atau 12% dari omset e-commerce global. Dengan angka sebesar ini, prediksi Forrester bahwa m-commerce akan mencapai US$31 milyar pada tahun 2016 sepertinya sangat mungkin untuk dicapai. Penjualan perangkat tablet meningkat pesat dan 70 juta unit diramalkan akan dikirim pada tahun 2014 (sumber: IMS Screen Digest).

Meski banyak konsumen yang masih sangat menghargai pengalaman belanja secara langsung, jelas sekali bahwa para peritel harus mengadopsi strategi-strategi multi- saluran, dengan memperhitungkan elemen-elemen sosial dari pengalaman online. Dengan data yang dirilis Hitwise Juli 2011 yang mengindikasikan bahwa satu fan Facebook sama dengan 20 kunjungan tambahan ke website ritel dalam waktu setahun, para peritel harus memiliki strategi yang jelas bagaimana alat-alat sosial bisa digunakan tidak hanya untuk brand awareness tapi juga untuk pengembangan produk dan layanan konsumen.

Penjualan online bisa jadi pelengkap yang penting bagi penjualan ritel tradisional, sehingga membuat pendekatan multi-saluran menjadi sangat penting,” ungkap Nakajima. M-commerce adalah saluran ritel yang menarik dan berkembang pesat, tapi ini tidak harus mengorbankan elemen-elemen yang memfokuskan pada aspek sosial dan layanan yang diasosiasikan ketika konsumen mengunjungi toko. Para peritel harus membangun kehadiran yang kuat di seluruh sarana media penjualan – fisik, mobile dan sosial – untuk menghadirkan sebuah layanan yang memungkinkan konsumen untuk berbelanja sesuai dengan keinginan mereka.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)