Tahun 2011 Merck Bukukan Penjualan Rp 919 Miliar

PT Merck Tbk, perusahaan farmasi dan bahan-bahan kimia berhasil meningkatkan penjualan sebesar 15% dari Rp 796 miliar di 2010 menjadi Rp 919 miliar di 2011. Kenaikan penjualan tersebut otomatis mendongkrak laba perseroan. “Laba konsolidasi tercatat Rp 23 miliar dan laba per saham Rp 10,32,” ujar Presiden Direktur PT Merck, Markus Bamberger.

Menurut Markus, laba usaha PT Merck juga disokong oleh dua aset properti berupa rumah di Kemang Jakarta Selatan dan tanah kosong di Serpong, Tangerang, Jawa Barat yang memberikan kontribusi laba sebesar 35%.

"Ke depan, kami bekerja keras untuk menjadi produsen dan penyedia bahan kimia dan farmasi terbaik di Indonesia dengan terus memperluas keahlian, kemampuan dan kompetensi untuk memberi nilai tambah bagi seluruh pihak yang berkepentingan," tambah Markus.

Kini, Merck memiliki tiga unit bisnis. Pertama, Divisi Merck Serono yang bertanggung jawab untuk pemasaran dan distribusi obat resep dokter. Untuk 2011, total penjualan Merck Serono sebesar Rp 419 miliar atau naik 28% dibandingkan dengan total Rp 327 miliar di 2010. Hasil penjualan divisi ini menyumbang 45% dari total pendapatan Merck.

Kedua, unit bisnis Divisi Perawatan Kesehatan yang memproduksi, memasarkan dan mendistribusi obat-obatan bebas, yaitu obat tanpa resep dokter. Di 2011, pendapatan divisi ini mengalami sedikit penurunan menjadi Rp 180 miliar dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 199 miliar atau turun 10%. Penurunan disebabkan meningkatnya kompetisi yang berdampak pada ketidakseimbangan merek multinasional serta upaya mengkonsolidasi sisi penjualan untuk mengurangi kebergantungan pada konsumen-konsumen besar.

Ketiga, unit bisnis Divisi Bahan Kimia yang memasarkan dan mendistribusi produk-produk kimia. Termasuk bahan kimia, reagensia, bahan dasar farmasi dan produksi bahan makanan, instrumen dan alat uji, serta pigmen. Di 2011, pendapatan yang dihasilkan dari penjualan bahan kimia meningkat 19% menjadi Rp 230 miliar, dibandingkan tahun 2010 sebesar Rp 270 miliar. Pendapatan tersebut mengkontribusikan 35% dari pendapatan total perseroan tahun ini.

Di Indonesia, Merck didirikan sejak 14 Oktober 1970. Merck menjual saham perdananya pada 1981 dan menjadi salah satu perusahaan pertama yang terdaftar di bursa efek di Indonesia. Mayoritas saham dimiliki oleh Grup Merck yang berkantor pusat di Jerman, salah satu perusahaan farmasi dan kimia tertua di dunia, seja tahun 1668 didirikan. (Lila Intana/EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)